Entri yang Diunggulkan

INTERUPSI Edisi Mei 2020

Link download klik disini ...

Minggu, 31 Mei 2015

Kejahatan dan Pendidikan Karakter

           

           Kejahatan/crime yang terjadi belakangan ini merupakan fenomena sosial yang sangat fundamental yang sejatinya harus segera mendapat perhatian dari seluruh lapisan masyarakat. Fenomena sosial tersebut memberikan dampak yang sangat besar bagi mayarakat umum, dan juga menyebabkan tersendatnya perkembangan negeri Indonesia ini. Memang mustahil sekali, jikalau fenomena kejahatan di dalam suatu negara tertentu pada masanya tidak ada. Pada Zaman Plato (427-347 s.m ) saja sudah ada misalnya Plato menjelaskan bahwa manusia adalah sumber dari banyak kejahatan, kemudian setelah itu pada zaman Aristoteles (382-322 s.m) menegaskan bahwa kemiskinan menimbulkan kejahatan dan pemberontakan. Oleh karena itu dalam suatu fenomena kejahatan tersebut masyakarat harus memberikan solusi bukan memberikan masalah baru. Fenomena sosial yang terjadi akhir akhir ini seperti Pencurian, Geng motor, begal, Korupsi, Free Sex, Pelecehan seksual, ataupun penggunaan obat obatan terlarang (Narkotika). Ironisnya fenomena itu bukan saja menjerat orang tua, tetapi generasi muda yang akan menjadi agent pembaharuan dan perubahan.
                 Suatu kejahatan dapat di anggap jahat ketika perbuatan tersebut mendapat respon dari mayarakat. Contohnya saja kejahatan seperti pencurian, begal, korupsi dll, menunjukan bahwa pendidikan karakter yang selama ini di dengung-dengunkan tidak efektif dan tidak berdampak apa apa. Kurangnya pemahaman pendidikan karakter menjadi salah satu faktor kekurang efektifan suatu program pendidikan karakter. Seharusnya khalayak masyarakat mengetahui bahwa pendidikan karakter itu tidak saja di sekolah-sekolah , namun di keluarga dan lingkungan sosial. Pendidikan di sekolah yakni pendidikan Formal pula harus mengarah kepada pembentukan karakter karakter yang baik. Apalah gunanya ketika seseorang yang mempunyai kemampuan kecerdasan akademik dan tidak di barengi dengan pendidikan karakter akan membahayakan dirinya sendiri, keluarga, lapisan masyarakat hingga bangsa dan negara.
Mensukseskan Program Karakter
            Masyarakat setiap hari di suguhi kabar berita yang memprihatinkan, contohnya saja berita korupsi, pencurian, geng motor, Free Sex ataupun pelecehan seksual. Fenomena tersebut seharusnya direspon secara tanggap dan cepat baik pemerintah, ataupun mayarakat umum. Sudah di jelaskan diatas bahwasannya pendidikan karakter tidak hanya di sekolah-sekolah tetapi keluarga dan lingkungan masyarakat. Oleh karena harus saling berkomunikasi dan saling bersinergi mensukseskan program pendidikan karakter. Pihak pihak terkait yang seyogianya memberikan dukungan dan mensukseskan program tersebut meliputi pemerintah sebagai pembuat kebijakan, Orang tua sebagai pendidik yang utama di dalam program pendidikan karakter, guru yang merupakan pendidik yang mentranfer ilmu dan memberikan suri teladan bagi peserta didik serta seluruh elemen masyarakat yang bertugas untuk mensosialisasikan pentingnya pendidikan karakter bagi perkembangan bangsa dan negara dalam kehidupan bermayarakat.


Henrikus Wawan Kurniawan
PKnH 2013B

Kejahatan dan Pendidikan Karakter

           

           Kejahatan/crime yang terjadi belakangan ini merupakan fenomena sosial yang sangat fundamental yang sejatinya harus segera mendapat perhatian dari seluruh lapisan masyarakat. Fenomena sosial tersebut memberikan dampak yang sangat besar bagi mayarakat umum, dan juga menyebabkan tersendatnya perkembangan negeri Indonesia ini. Memang mustahil sekali, jikalau fenomena kejahatan di dalam suatu negara tertentu pada masanya tidak ada. Pada Zaman Plato (427-347 s.m ) saja sudah ada misalnya Plato menjelaskan bahwa manusia adalah sumber dari banyak kejahatan, kemudian setelah itu pada zaman Aristoteles (382-322 s.m) menegaskan bahwa kemiskinan menimbulkan kejahatan dan pemberontakan. Oleh karena itu dalam suatu fenomena kejahatan tersebut masyakarat harus memberikan solusi bukan memberikan masalah baru. Fenomena sosial yang terjadi akhir akhir ini seperti Pencurian, Geng motor, begal, Korupsi, Free Sex, Pelecehan seksual, ataupun penggunaan obat obatan terlarang (Narkotika). Ironisnya fenomena itu bukan saja menjerat orang tua, tetapi generasi muda yang akan menjadi agent pembaharuan dan perubahan.
                 Suatu kejahatan dapat di anggap jahat ketika perbuatan tersebut mendapat respon dari mayarakat. Contohnya saja kejahatan seperti pencurian, begal, korupsi dll, menunjukan bahwa pendidikan karakter yang selama ini di dengung-dengunkan tidak efektif dan tidak berdampak apa apa. Kurangnya pemahaman pendidikan karakter menjadi salah satu faktor kekurang efektifan suatu program pendidikan karakter. Seharusnya khalayak masyarakat mengetahui bahwa pendidikan karakter itu tidak saja di sekolah-sekolah , namun di keluarga dan lingkungan sosial. Pendidikan di sekolah yakni pendidikan Formal pula harus mengarah kepada pembentukan karakter karakter yang baik. Apalah gunanya ketika seseorang yang mempunyai kemampuan kecerdasan akademik dan tidak di barengi dengan pendidikan karakter akan membahayakan dirinya sendiri, keluarga, lapisan masyarakat hingga bangsa dan negara.
Mensukseskan Program Karakter
            Masyarakat setiap hari di suguhi kabar berita yang memprihatinkan, contohnya saja berita korupsi, pencurian, geng motor, Free Sex ataupun pelecehan seksual. Fenomena tersebut seharusnya direspon secara tanggap dan cepat baik pemerintah, ataupun mayarakat umum. Sudah di jelaskan diatas bahwasannya pendidikan karakter tidak hanya di sekolah-sekolah tetapi keluarga dan lingkungan masyarakat. Oleh karena harus saling berkomunikasi dan saling bersinergi mensukseskan program pendidikan karakter. Pihak pihak terkait yang seyogianya memberikan dukungan dan mensukseskan program tersebut meliputi pemerintah sebagai pembuat kebijakan, Orang tua sebagai pendidik yang utama di dalam program pendidikan karakter, guru yang merupakan pendidik yang mentranfer ilmu dan memberikan suri teladan bagi peserta didik serta seluruh elemen masyarakat yang bertugas untuk mensosialisasikan pentingnya pendidikan karakter bagi perkembangan bangsa dan negara dalam kehidupan bermayarakat.


Henrikus Wawan Kurniawan
PKnH 2013B

Rabu, 13 Mei 2015

UNY Gelar Lomba Cerdas Cermat untuk Siswa SMA



Edupost.ID, Yogyakarta – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (HIMA PKnH) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) pada Sabtu (16/5) bertempat di Ruang Cut Nyak Dien Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNY. Acara ini diperuntukkan bagi pelajar SMA/MA di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Ketua HIMA PKnH, Fajar Susilo Putro,  menyampaikan hal tersebut di UNY Selasa (12/5) di sela-sela penyelenggaraan Lomba Akuistik. Fajar menambahkan, jumlah tim peserta yang akan mengikuti lomba tercatat ada 49 tim dari berbagai wilayah di DIY - Jateng. “Target minimal 35 tim, target maksimal 50 tim, yang sudah pasti ikut ada 49 tim”, ujar Fajar. Ditambahkan Fajar, untuk pendaftaran peserta LCC sudah ditutup. “Pendaftaran sudah ditutup”, ujarnya.
Lomba ini, menurut Fajar adalah bagian dari rangkaian acara Civic Fair HIMA PKN UNY. Selain LCC, ada beberapa agenda lain yang diselenggarakan. Lomba-lomba yang dimaksud adalah Lomba Akuistik. Lomba essay mahasiswa, dan donor darah.
Lomba akuistik terbuka untuk umum. Kegiatan ini sudah berlangsung pada Selasa (12/5) yang diikuti 17 tim dari DIY. Sedangkan lomba essay diikuti oleh mahasiswa di DIY. Panitia mencatat sudah ada 120 naskah essay yang masuk ke panitia. Pengumuman pemenang lomba essay, lannjut Fajar akan disampaikan pada  Sabtu (16/5).

UNY Gelar Lomba Cerdas Cermat untuk Siswa SMA



Edupost.ID, Yogyakarta – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (HIMA PKnH) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) pada Sabtu (16/5) bertempat di Ruang Cut Nyak Dien Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNY. Acara ini diperuntukkan bagi pelajar SMA/MA di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Ketua HIMA PKnH, Fajar Susilo Putro,  menyampaikan hal tersebut di UNY Selasa (12/5) di sela-sela penyelenggaraan Lomba Akuistik. Fajar menambahkan, jumlah tim peserta yang akan mengikuti lomba tercatat ada 49 tim dari berbagai wilayah di DIY - Jateng. “Target minimal 35 tim, target maksimal 50 tim, yang sudah pasti ikut ada 49 tim”, ujar Fajar. Ditambahkan Fajar, untuk pendaftaran peserta LCC sudah ditutup. “Pendaftaran sudah ditutup”, ujarnya.
Lomba ini, menurut Fajar adalah bagian dari rangkaian acara Civic Fair HIMA PKN UNY. Selain LCC, ada beberapa agenda lain yang diselenggarakan. Lomba-lomba yang dimaksud adalah Lomba Akuistik. Lomba essay mahasiswa, dan donor darah.
Lomba akuistik terbuka untuk umum. Kegiatan ini sudah berlangsung pada Selasa (12/5) yang diikuti 17 tim dari DIY. Sedangkan lomba essay diikuti oleh mahasiswa di DIY. Panitia mencatat sudah ada 120 naskah essay yang masuk ke panitia. Pengumuman pemenang lomba essay, lannjut Fajar akan disampaikan pada  Sabtu (16/5).