Subscribe Us


Jumat, 24 November 2023

PRES RELEASE DITERKAM SENJA #2

 

Tantangan Generasi Milenial dalam Menghadapi Politik Identitas di Era Keterbukaan Informasi Publik




Berikut ini adalah hasil dari Diskusi Internal Kampus Dikala Senja (Diterkam Senja) yang di bersamai oleh Bapak Cucu Sutrisno, S.Pd., M.Pd. :


Politik identitas itu berbahaya bagi demokrasi, negara dan bangsa apalagi di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini.

- Proses demokrasi hendaknya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

- Pemuda punya kerentanan dan peran untuk merespon politik identitas dengan tepat karena dari sisi populasi besar dan aktivitasnya banyak di ruang digital.

- Ruang digital adalah ruang dimana persebaran politik identitas terjadi secara masif.

- Pemuda menurut kategori

• PBB : 15-24 Tahun

• Indonesia : 16-35 Tahun

• Negara berkembang : <35 Tahun

• Berdasarkan era kelahiran seperti millenial, gen Z, alfa

- Pemuda adalah masa transisi dari anak-anak ke dewasa, jadi secara emosional belum stabil.

- Pemuda adalah era menuju kemandirian/kesuksesan dimana pada masa ini diisi dengan pengembangan diri yang lebih baik, dengan mengasah kemampuan atau pasion dan  membentuk relasi.

- Pemuda mampu mengambil peran, karena menurut sejarah, pemuda memiliki peran yaitu  sebagai penopang pergerakan kemerdekaan dan sebagai elemen yang mempertahankan kemerdekaan.

- Pemuda sebagai unsur masyarakat yang paling berani.

- Pemuda berperan sebagai agen perubahan yang mengawal perubahan.

- Warga negara muda memiliki peran yang marginal karena dianggap kurang pengalaman dibanding dengan generasi tua.

- Menjadi warga negara muda memiliki rasa pengakuan diri dan kepemilikan yang tinggi, sehingga tergugah hatinya untuk membela negaranya sangat besar.

- Warga negara muda dapat dikatakan sebagai warga negara sesungguhnya karena kekuatan dan semangatnya masih membara dengan caranya sendiri ditengah berbagai keterbatasan yang dialami oleh pemuda.

- Cara berperilaku sebagai warga negara muda dapat dilihat dari performa dan partisipasi kewarganegaraanya.

- Pemuda tidak hanya dilihat dari sisi usia, namun dilihat dari peran sebagai warga negara yaitu agen perubahan.

- Pemuda adalah sosok karakter individu yang memiliki karakter khas, yaitu optimis, visioner, berpikiran maju, memiliki moralitas.

- Gerak langkah pemuda akan menentukan negara kedepannya akan seperti apa, karena pemuda adalah generasi penerus bangsa yang membawa perubahan.

- Pemuda harus dimaknai dengan tepat, harus punya gairah untuk berkembang dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

- Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.

- Politik identitas adalag konsep politik yang menjadikan gagasan politik bertumpu pada identitas atau kelompok tertentu.

- Di Indonesia, politik identitas sebagian besar bertumpu pada ras, etnis, agama, gender, suku, budaya, golongan, kepentingan lokal dan lain-lain

- Politisasi SARA sering terjadi di Indonesia, dan menjadi saluran dalam pemilu dan pembuatan kebijakan.

- Politik identitas adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, karena Indonesia yang pluralisme.

- Menurut sejarah, politik identias berasal dari barat.

- Jumlah populasi pemuda di Indonesia lebih banyak daripada kategori usia lainnya, para elit politik menyasar pemuda agar dapat dipengaruhi dan diajak memilih suatu calin tertentu.

- Premodialisme yang naik dan bukan wawasan kebangsaan dan bela negara.

- Buzzer politik dan konsultan politik justru menyarankan adanya politik identitas untuk menggaet suara karena hal tersebut termasuk cara pasling efektif.

- Politik identitas bisa berkembang secara liar. Bisa melalui buzzer politik yang tidak jelas asal usulnya ditambah menggunakan fake account.

- Politik identias dapat merusak demokrasi, karena didalamnya ada sekat atau pembeda antar warga negara.

- Masyarakat tidak lagi mengandalkan demokrasi dan hanya bertumpu pada politik identitas.

- Harus ada ruang publik yang sehat untuk mendiskusikan masalah negara dan cara mengatasinya.

- Generasi z paling banyak menggunakan media sosial

- Orientasi dari perebutan kekuasaan seharusnya dilakukan

- Politik identitas sangat berbahaya, dan dapat mengoyak persatuan kita.

Sabtu, 04 November 2023

INTERUPSI EDISI NOVEMBER 2023

 

INTERUPSI EDISI NOVEMBER 2023





Silahkan download disini  

 

Minggu, 29 Oktober 2023

PRESS RELEASE TIM KAJIAN HIMA PKnH #3

Analisis Kelebihan dan Kekurangan Market Place Guru dalam Meningkatkan Akses Pendidikan di Era Digital



Kelebihan Market Place Guru:

1. Mempermudah akses pendidikan dengan memungkinkan sekolah mencari guru sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.

2. Memperbaiki kekurangan guru yang mungkin tidak sesuai dengan bidangnya.

3. Guru dapat lebih mudah masuk dalam suatu instansi dan mendapatkan pekerjaan.


Kekurangan Market Place Guru:

1. Terbatasnya dana dari sekolah dan pemerintah.

2. Persaingan yang tidak selalu adil di antara guru.

3. Risiko persaingan berlebihan (market saturation) dan ketidaktransparan.

4. Potensi kecurangan dalam administrasi sistem.


Lainnya:

- Marketplace guru adalah inovasi baru untuk open recruitment guru.

- Guru yang terdaftar termasuk guru honorer, guru P3K, dan Guru PPG.

- Perlunya landasan hukum yang mengatur transparansi dan kualifikasi penerimaan guru.

- Pemberian nama "marketplace" dianggap tidak tepat, dan perlu dipertimbangkan untuk menggantinya.

- Risiko keamanan dan penyalahgunaan data dalam sistem online.

- Pendapat yang beragam mengenai apakah guru yang masuk dalam marketplace sesuai atau tidak dengan kebijakan.

- Minimnya penyebarluasan informasi yang dibutuhkan untuk menjangkau sub-sub guru tertentu.

- Harapan bahwa marketplace dapat meningkatkan SDM di Indonesia.

- Tantangan dalam implementasi kebijakan di seluruh wilayah Indonesia yang beragam.

- Perlu memandang guru sebagai profesi.

- Diksi yang digunakan dalam penamaan sangat penting dan harus mencerminkan nilai yang baik.

- Kompetensi guru harus menjadi faktor utama dalam rekrutmen, dengan peningkatan sistem yang diperlukan.

- Perlunya evaluasi berkelanjutan sebelum implementasi.


Notulensi tersebut mencakup evaluasi yang mendalam tentang kelebihan dan kekurangan dari Marketplace Guru serta berbagai pertimbangan untuk meningkatkan akses pendidikan di era digital.

Minggu, 01 Oktober 2023

PRESS RELEASE SEMINAR NASIONAL 2023

 Konseptualisasi dan Aktualisasi Wawasan Kebangsaan Guna Mewujudkan Generasi yang Berintegritas di Era Society 5.0




Berikut ini adalah rangkuman materi dari Seminar Nasional 2023 yang di bersamai oleh kedua pembicara yaitu Bapak Dr. Herlambang Perdana Wiratraman, S.H., MA. dan Ibu Wening Hapsari Ma'rifatullah, S.IP., MA. :

Wawasan kebangsaan dapat diartikan dengan membangun kepribadian dan kesadaran sebagai warga negara Indonesia mengacu pada nilai-nilai moral dan etika yang harus dimiliki oleh setiap individu, wawasan kebangsaan pula berkaitan dengan pemahaman tentang sejarah, budaya, dan identitas bangsa Indonesia. Manusia berada dalam konteks yang semakin disruptif, ketidakpastian, dan kompleksitas yang semakin meningkat. Adanya tantangan global yang semakin besar, instabilitas dan krisis kesejahteraan sosial ekonomi, rusaknya daya dukung lingkungan hidup, dan krisis pendidikan bahkan krisis kemanusiaan dan ekologis.

Menjawab tantangan, manusia sebagai pusat inovasi dan transformasi teknologi, yang memberikan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas hidup, penyelesaian permasalahan sosial, dan kesejahteraan manusia, dengan dukungan teknologi. Dengan berkontribusi terhadap kemajuan teknologi di Era 5.0 dan memberikan refleksi analitis di bidang pendidikan dan industri, menuju masyarakat yang menempatkan manusia sebagai pusat inovasi dan transformasi teknologi.

Aktualisasi wawasan kebangsaan bahwa teknologi, ilmu pengetahuan, pertumbuhan ekonomi menjadi formula yang membentuk peradaban (proses institusionalisasi nasionalisme) melalui kebiasaan berfikir dan pengalaman budaya. Pengimplementasiannya melalui persatuan kesatuan, kebangsaan, demokrasi partisipatif dan keberagaman dengan mencegah dan menghindari pemberontakan, perlawanan subversif, kekuasaan elit, supremasi dan plutokrasi.

Digital citizenship berfokus kepada keterampilan kecakapan yang bisa di bagi menjadi tiga ruang lingkup, pertama dalam lingkup keluarga yaitu pendidikan, keamanan siber dan perlindungan identitas, kedua lingkup pendidik ada penguasaan pedagogik dan literasi digital serta yang ketiga lingkup pemerintah atau komunitas yaitu akses fasilitas ruang digital dan partisipasi yang bermakna. Digital citizenship juga terbagi menjadi tiga berdasarkan elemen, yang pertama ruang yang terdiri dari akses, fasilitas dan kurikulum, yang kedua nilai yang terdiri dari kolektivisme, etika, choice and voice, identitas, kepemimpinan, hak dan kewajiban, resolusi konflik, serta aktivisme. Yang ketiga ada aktor yaitu terdiri dari pemerintah, masyarakat, keluarga, dan pendidik.

Dalam menghadapi Digital Citizenship di Era Society 5.0 pastinya terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi seperti pembangunan dan pemerataan infrastruktur, kompetensi pemangku kepentingan, dan kesiapan masyarakat atau gegar budaya. Sehingga, diperlukannya adaptasi dan refleksi dalam membangun masyarakat yang memanusiakan peradaban untuk berpartisipasi aktif dan berkolaborasi.


Kamis, 28 September 2023

JOURNEY OF HIMA PKnH VOL 1

JOURNEY OF HIMA PKnH VOL 1


HIMA PKnH, Proudly Present!

 ‼ Journey Of HIMA PKnH ‼

Hi teman-teman!

Perjalanan HIMA PKnh di bulan agustus telah selesai!🀩

πŸ—£ : Ada apa aja di bulan agustus?

πŸŽ™ : PKKMB, Gebyar Ormawa, Sekolah Debat, dan Sarasehan 

Journey of HIMA PKnH akan dipublish setiap bulan jadi jangan lupa baca majalah! 

πŸ™‹πŸ»‍♀ See you di Journey of HIMA PKnH Vol 1 Edisi September! πŸ™ŒπŸ»

© DIVISI PSDM


Silahkan download disini

Sabtu, 09 September 2023

JOURNEY OF HIMA PKnH

 RELEASE JOURNEY OF HIMA PKNH



HIMA PKnH, Proudly Present!

‼ Journey Of HIMA PKnH ‼

Hi teman-teman!

Untuk menambah rasa kekeluargaan, mari mengenal Pengurus Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum di tahun kepengurusan 2023 🀩

πŸ—£ : Journey of HIMA PKnH apaa sih kak?

πŸŽ™ : Journey Of HIMA PKnH adalah majalah digital yang isinya menarik! 

πŸ—£ : Isinya emang apa?

πŸŽ™ : Journey of HIMA PKnH berisi laporan program kerja pengurus HIMA PKnH yang sudah terlaksana sebagai jembatan informasi bagi teman-teman himpunan mahasiswa PKnH! 

Journey of HIMA PKnH akan dipublish setiap bulan jadi jangan lupa baca majalah! 

πŸ™‹πŸ»‍♀ See you di Journey of HIMA PKnH Vol 1 Edisi Agustus! πŸ™ŒπŸ»

© DIVISI PSDM

#HIMAPKnHFISHIPOLUNY2023

#VAMOSPANCASILA

#CIVICBERSINERGI

#PSDM

Silahkan download disini  

 

Sabtu, 26 Agustus 2023

PENDAFTARAN SEMINAR NASIONAL PKnH 2023

 



πŸ“’ HIMA PKnH UNY PROUDLY PRESENT πŸ“’


🚨SEMINAR NASIONAL🚨


Seminar Nasional dengan Tema "Konseptualisasi dan Aktualisasi Wawasan Kebangsaan Guna Mewujudkan  Generasi yang Berintegritas di Era Society 5.0"


🀡🏼🀡🏼‍♀Narasumber

🀡🏼 Pembicara 1

Dr. Herlambang Perdana Wiratraman, S.H., MA.

Dosen Fakultas Hukum UGM


🀡🏼‍♀ Pembicara 2

Wening Hapsari Ma’rifatullah, S.IP., MA.

Analis Politik, Hukum, dan Keamanan, Sekretariat Kabinet RI


🀡🏼 Moderator

Daffa Fakhri Maulana, S.Pd.

Mahasiswa S2 PPKn


✨πŸ’°HTM FREEπŸ’°✨


⛔ SAVE THE DATE ⛔

πŸ—“ : Sabtu, 16 September 2023

⏰ : 08.00 - selesai

πŸ“ : Ruang Aula ISDB Lt.4 FISHIPOL UNY


πŸ“Œ Timeline pendaftaran

23 Agustus - 12 September 2023


πŸ“Alur pendaftaran

1.) Mem- follow akun instagram @himapknh.uny, @semnas_himapknhuny dan  YouTube @himapknhuny 

2.) Mengisi formulir pendaftaran melalui:

https://bit.ly/PendaftaranSemnasPKnHUNY

3). Mengunggah twibbon, twibbon dan ketentuan twibbon dapat diakses melalui https://bit.ly/KetentuanTwibbonSemnasPKnHUNY

4.) Masuk kedalam WAG Seminar Nasional PKnH 2023

 

πŸ“Œ Benefit

• Free HTM

• E-sertifikat

• Ilmu yang bermanfaat

• Relasi

• Snack 


Contact Person:

Arum wa.me/+62857-1215-9693

Asna wa.me/+62898-6958-462


©DIVISI PUSKAVIC

-------------------------


Find us on:

Instagram: @himapknh.uny @semnas_himapknhuny

YouTube: HIMA PKnH UNY

Facebook: Hima Pknh Uny

Twitter: @himapknh_uny

Website: http://himapknhuny.com

Linktree: http://linktr.ee/himapknh.uny


-------------------------------------------------------

#HIMAPKnHFISHIPOLUNY2023

#PKnHFISHIPOLUNY

#SEMNASPKnHFISHIPOLUNY2023

#SEMINARNASIONALGRATIS

#VAMOSPANCASILA

#CIVICBERSINERGI

#PUSKAVIC

Jumat, 30 Juni 2023

PRESS RELEASE RANGKUMAN DISKUSI ANTAR UNIVERSITAS (DIANTAS)

 

 Aktualisasi Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045: Mendorong Kewarganegaraan Digital




Berikut ini adalah hasil dari Diskusi Antar Universitas (Diantas) yang di bersamai Oleh Bapak Dr. Budi Mulyono, S.Pd., M.Pd :

    Indonesia menjadi negara terpadat No. 6 dunia setelah Nigeria dan Pakistan. Melihat prediksi penduduk Indonesia berjumlah 324 juta jiwa pada tahun 2045 yang genap berusia 100 tahun dengan memanfaatkan generasi produktif saat Bonus Demografi yang memiliki frekuensi rata-rata 70% pada usia produktif 15-64 tahun serta 30% usia non-produktif <14 tahun dan >64 tahun. Perkembangan Teknologi semakin cepat dan membawa perubahan pada semua bidang pembangunan kehidupan masyarakat. Tren teknologi seperti, internet seluler, otomatisasi, cloud technology), teknologi yang mengurangi keterbatasan fisik dan jarak (loT, transportasi dan distribusi, addictive manufacturing/3D printing, nano technology), teknologi energi terbarukan, dan teknologi kesehatan. Perdagangan elektronik merubah perdagangan konvensional menjadi elektronik dengan Industri 4.0 mengintegrasikan proses produksi secara virtual berbasis siber dan artificial intelligence. Blockchain, perpaduan Al, big data, dan loT, mampu melakukan verifikasi transaksi keuangan real time sehingga tidak diperlukan lagi pihak ketiga. Rekayasa genetika meningkatkan kualitas hidup dengan meningkatkan efisiensi dan kesempatan baru yang berdampak pada kebutuhan tenaga kerja. Dengan demikian, pekerjaan yang sifatnya rutin, manual, dan kognitif akan berkurang serta meningkatkan kualitas hidup. Pendidikan kewarganegaraan sebagai disiplin ilmu dengan deskripsi “studi transdisipliner/transdicipliner study” yakni ilmu-ilmu sosial dengan core dicipline-nya ilmu politik, ide fundamental bangsa dan ilmu pendidikan yang diorganisasi dan disajikan secara psikologis dan ilmiah untuk tujuan pendidikan.

Lalu, Bagaimana PKn Menjawab Tantangan Indonesia Emas 2045?

Melalui, Digital Citizenship Konsep ini mengaitkan kewarganegaraan digital dengan penggunaan teknologi internet yang aman, etis dan bertanggung jawab. Akademisi yang paling menonjol dalam kaitan antara kewarganegaraan digital sebagai etika digital adalah Ribble & Bailey, 2011.

Pengembangan: Sebagai Literasi Media dan Informasi

Dan mengevaluasi informasi dan untuk berkomunikasi dengan orang lain secara online. Akademisi yang mendukung teori ini adalah Hobbs & Jensen 2009 dan Simsek & Simsek 2013.

Studi Terkini: Sebagai Keterlibatan dan Partisipasi Secara Online

Kewarganegaraan digital sebagai keterlibatan sipil dan partisipasi online (civic engagement) dikemukakan oleh Jones & Mitchell 2016, Richardson & Milovidov 2019, dan Choi 2016

Kompetensi Kewarganegaraan Digital

a. Partisipasi aktif dan keterlibatan warga

Kemampuan dalam penggunaan media digital untuk berpartisipasi secara aktif maupun keterlibatan sipil secara efektif dan bertanggung jawab untuk memecahkan masalah bersama.

b. Kompetensi akses dan inklusi

Kemampuan untuk berperilaku terbuka untuk mendengar dan dengan hormat mengenali berbagai sudut pandang, dan terlibat dengan orang lain secara online dengan rasa hormat dan empati.

c. Kompetensi literasi media dan informasi

Kemampuan untuk menafsirkan, memahami serta membedakan antara informasi yang benar dan salah, konten yang baik dan berbahaya, serta kontak online dapat dipercaya dan dipertanyakan, dan mengekspresikan kreativitas melalui media digital.

d. Kompetensi identitas kewarganegaraan digital dan manajemen privasi

Kemampuan untuk membangun serta mengelola identitas diri dan informasi pribadi yang dibagikan secara online untuk melindungi privasi diri sendiri dan orang lain dengan penuh tanggung jawab.

e.  Kompetensi etika, hak, dan tanggung jawab digital

Kemampuan menyangkut perilaku etis dalam berinteraksi secara online dengan orang lain, memahami hak-hak warga digital (hak privasi, akses dan inklusi, kebebasan berekspresi, serta keamanan) dan tanggung jawab warga digital (etika dan empati) dan memastikan lingkungan digital yang aman dan bertanggung jawab.

Kamis, 08 Juni 2023

PRESS RELEASE TIM KAJIAN HIMA PKnH #2

Analisis Mendalam Terorisme dan Penyanderaan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua: Membongkar Ancaman dan Mencari Solusi


Photo source: IDN Times

Tim kajian membahas tentang masalah terorisme di Indonesia, terutama kelompok KKB di Papua. Sejak tahun 1965, terorisme telah menjadi masalah yang berkelanjutan di negara ini. Terdapat 638 kasus terorisme di Indonesia dari tahun 2000 hingga 2020. Salah satu berita menyedihkan adalah sandera pilot Susi Air oleh KKB, yang mengakibatkan upaya negosiasi gagal dan penembakan terhadap tim penyelamat. Pembicara berpendapat bahwa operasi besar-besaran untuk menghabisi KKB tidak dapat dilakukan karena melanggar hak asasi manusia.

Pendanaan KKB diduga berasal dari oknum pemerintah daerah, perampasan dana desa, dan tambang emas ilegal. Ada spekulasi tentang keterlibatan negara asing, namun tidak ada bukti yang mendukung hal ini. Terdapat pula organisasi pemberontakan lain di berbagai daerah, seperti GAM, RMS, dan OPM.

Masalah utama adalah dilema antara meningkatnya korban jika konflik berlanjut dan jumlah korban jika operasi besar-besaran dilakukan. Faktor yang menghalangi pemberantasan terorisme termasuk intervensi negara lain, permasalahan ekonomi, dan ketidakmerataan kebijakan dan program pemerintah.

Pendidikan nasionalisme di Papua dianggap penting untuk mengatasi konflik ini, namun perlu diperhatikan bahwa ada kesenjangan dalam pendidikan dan pembangunan di daerah tersebut. Solusi yang disarankan adalah memutus aliran suplai senjata ke KKB dan mengembangkan pendekatan kultural.

Pendekatan yang memanusiakan masyarakat Papua dan kesadaran diri merupakan langkah yang lebih efektif daripada pemaksaan. Jejak pendapat seperti di Timor Leste tidak dianggap layak dilakukan karena khawatir akan memicu keinginan separatis di wilayah lain dan mengganggu stabilitas negara.

Penting untuk melihat permasalahan di Papua sebagai manusia dan bukan hanya sebagai sumber daya alam. Dukungan terhadap saudara di Papua tetap penting, karena masih banyak yang berjuang untuk Indonesia.

Minggu, 28 Mei 2023

INTERUPSI EDISI MEI 2023

 INTERUPSI EDISI MEI 2023





Silakan download disini...

Kamis, 25 Mei 2023

[PRESS RELEASE RANGKUMAN DITERKAM SENJA #1 ]

RUU SISDIKNAS Harapan Sistem Pendidikan dan Kesejahteraan Guru di Indonesia 



Berikut ini adalah hasil dari Diskusi Internal Kampus Dikala Senja (Diterkam Senja) yang di bersamai oleh Bapak Prof Dr. Mukhamad Murdiono, S.Pd., M.Pd :

- RUU SISDIKNAS tidak pernah mencuat dan harus dikawal seterusnya, saat ini sedang terjadi penundaan dikarenakan banyaknya protes dan masukan dari masyarakat sehingga agak redup dan jarang dikaji di universitas.

- Orientasi Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara dalam buku yang berjudul Pendidikan dan Pengajaran menyebutkan bahwa pendidikan dan pengajaran adalah sesuatu yang bersifat kulturil, yang berkaitan dengan 3 pengertian pendidikan mengenai rasa kebatinan, moral, agama, adat istiadat, tata negara, serta sosial yang bertujuan membuat hidup tertib serta damai.

- Membahas pendidikan dan kesejahteraan guru ibarat kita mengupas kulit bawang, semakin dikupas semakin membuat mata kita pedih, miris, dan menangis dikarenakan kondisi pendidikan dan kesejahteraan guru yang memperoleh gaji jauh dari kata layak sebagai seorang pendidik.

- Peningkatan kualitas guru harus ditingkatkan, setelah gaji meningkat maka meningkat juga  motivasi guru untuk mengajar, artinya makin tinggi motivasi makin tinggi pula kontribusi yang dilakukan.

- Pendidikan tidak hanya mencerdaskan otak tapi juga mengembangkan skill (keterampilan) dan mengembangkan skill (keterampilan), serta sikap dan karakter sebagai pondasi penguasaan, pengetahuan, dan skill, artinya percuma mendidik warga negara menjadi cerdas dan terampil jika ia tidak berkarakter.

- Mindset masyarakat kita sangat mengagung-agungkan kognisi, contohnya mata pelajaran PKN dan agama yang dianggap tidak terlalu penting. Orang tua selalu bertanya hanya pada nilai.

- Profesi guru adalah profesi yang mulia, bukan semata-mata mengejar duniawi atau materi namun yang dikejar keberkahan yang akan mendatangkan kebahagiaan. Guru tetap menjadi profesi yang diidamkan banyak orang dan guru tidak dapat tergantikan oleh mesin.

 

 Problematika Fundamental dalam RUU Sisdiknas (Charismiadji, 2022)

1. Mengaburkan peran pemerintah sebagai pelaksana dan penanggung jawab usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.

2. Penghapusan peran aktif masyarakat dalam sistem pendidikan nasional.

3. Kajian akademis yang komprehensif tentang problematika dan kondisi pendidikan di Indonesia saat ini tergolong minim.

4. Sistem pendidikan nasional yang disusun dinilai lebih condong ke sistem persekolahan nasional.

5. Terjadi miskonsepsi tentang wajib belajar menjadi kewajiban orangtua untuk menyekolahkan anak-anaknya dan ikut menanggung biayanya.

6. Kurangnya upaya nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia, seperti rekomendasi dari lembaga-lembaga kajian internasional.

7. Sistem pendidikan nasional masih multisistem dan bertentangan dengan amanat konstitusi.

8. RUU Sisdiknas tidak transparan.

9. Tidak ada pelibatan publik yang bermakna dalam menggarap RUU Sisdiknas.

10. Belum adanya cetak biru atau grand design terkait pendidikan Indonesia.

 


Senin, 17 April 2023

PRESS RELEASE TIM KAJIAN HIMA PKnH #1

Penolakan terhadap keikutsertaan Timnas Israel dalam Piala Dunia Sepak Bola U-20 yang akan dilaksanakan di Indonesia


UEFA dan FIFA mencabut keikutsertaan Rusia di Kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022 karena desakan dari berbagai negara untuk mengeluarkan Rusia setelah adanya invasi ke Ukraina. FIFA punya wewenang mencabut keikutsertaan negara tertentu.

FIFA tidak bisa mencabut keikutsertaan Israel karena sudah lolos babak kualifikasi dan tidak banyak negara yang menolak.

Penolakan kedatangan Israel oleh 2 gubernur sebagai bisa menjadi sarana untuk mendapat perhatian publik karena kita tahu bahwa peminat sepak bola sangat banyak. Penolakan didasari konstitusi Indonesia yang tidak berpihak pada kekuatan blok barat dan timur serta menyuarakan perdamaian dengan menolak kolonialisme Israel atas Palestina.

Mungkin ada permainan politik yang didalangi ketua umum partai politik untuk menampilkan eksistensi bakal calon presiden. Mengingat Indonesia pernah menerima Parlemen Israel pada November 2022.

Penolakan Israel berkaitan dengan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia dan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

Ajang Balap Sepeda UCI Track Cycling Nations Cup 2023 di Jakarta diikuti oleh Atlet Israel juga namun tidak menimbulkan kontroversi dan protes dari masyarakat.

Beruntung Indonesia tidak mendapat sanksi yang berat dari FIFA akibat pembatalan status sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Kedepannya diperlukan langkah yang solutif agar Indonesia mampu menggelar event-event olahraga internasional kembali.

Perlu adanya sikap konsisten untuk menolak kehadiran Israel kedepannya tidak hanya dalam sepakbola saja namun masih ada event World Beach Games 2023 yang digelar di Bali serta mengikutsertakan Israel juga. Jadi patut ditunggu langkah apa yang akan diambil pemerintah kedepannya dalam menyikapi hal tersebut.

Selasa, 11 Oktober 2022

INTERUPSI EDISI SEPTEMBER 2022


 INTERUPSI EDISI SEPTEMBER 2022






Silakan download disini...

Senin, 06 Juni 2022

INTERUPSI EDISI MEI 2022

INTERUPSI EDISI MEI 2022








Silakan download disini...

Selasa, 09 November 2021

SEMINAR NASIONAL HIMA PKnH FIS UNY 2021

Seminar Nasional Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum Tahun 2021.


πŸ“’ [HIMA PKnH FIS UNY Proudly Present] πŸ“’ 

-----------------•••••πŸŒΌπŸŒ·πŸŒΌ•••••----------------
        SEMINAR NASIONAL 2021
-----------------•••••πŸŒΌπŸŒ·πŸŒΌ•••••---------------- 

Hello Youth Generation! πŸ‘‹πŸ» 

Pendidikan merupakan salah satu sektor yang berperan penting bagi generasi muda bangsa. Di masa digital saat ini, perlu adanya gerakan baru untuk menciptakan efektivitas pendidikan. Lantas langkah apa yang dapat kita buat? Yuk temukan jawabannya dalam Seminar Nasional PKnH FIS UNY 2021 

πŸ’«πŸ’«How About Millennials: Menciptakan Paradigma Pendidikan Inovatif, Kreatif, dan Bereksistensi Literasi dalam Gerakan Digitalisasi IndonesiaπŸ’«πŸ’« 

Pembicara :
πŸ—£️ H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP. (Gubernur Jawa Tengah)
πŸ—£️ Prof. Dr. Ir. Conradus Danisworo. (Ketua Dewan Pendidikan DIY)
πŸ—£️ Prof. Dr. Mukhamad Murdiono, S.Pd., M.Pd. (Dosen PKnH FIS UNY)
πŸ—£️ Dr. Endy Agustian, ST., M.Eng (Duta Pendidikan Indonesia 2020)


Save the date‼️
πŸ“† : Sabtu, 13 November 2021
πŸ• : 08.00-Selesai
πŸ“ : (Online) Zoom Meetings

πŸ”–Fasilitas :
1. E-Sertifikat
2. Ilmu yang bermanfaat
3. Relasi 

πŸ’Έ HTM FREE dan Terbuka Untuk Umum 

Segera daftarkan dirimu melalui link pendaftaran berikut ini :

----------------------------------------
More Information πŸ“Œ
---------------------------------------- 

#seminar #seminarnasional #seminarnasional2021 #semnas2021 #himapknh #eventjogja #civicberaksi #vamospancasila #pknhfisuny 

© Himpunan Mahasiswa PKnH FIS UNY 2021


Kamis, 30 September 2021

INTERUPSI EDISI SEPTEMBER 2021

 INTERUPSI EDISI SEPTEMBER 2021



Silahkan download disini...

Rabu, 29 September 2021

LOMBA CIPTO "CIVIC PHOTOGRAPHY COMPETITION" 2021

 

LOMBA CIPTO "CIVIC PHOTOGRAPHY COMPETITION" 2021


┏━━━━━ πŸŽ“Himpunan MahasiswaπŸŽ“ ━━━━━┓
          Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum
┗━━━ πŸŽ“Universitas Negeri YogyakartaπŸŽ“ ━━┛

  -Proudly Present-

πŸ“Έ CIPTO - CIVIC PHOTOGRAPHY COMPETITION πŸ“Έ

πŸ–️Halooooo para pecinta fotografi πŸ–️

Untuk kalian Mahasiswa di Pulau Jawa, HIMA PKnH FIS UNY 2021 Mempersembahkan CIPTO - CIVIC PHOTOGRAPHY COMPETITION dengan tema "MERAJUT PERSATUAN DAN KEBHINEKAAN BANGSA PADA ERA PANDEMI MELALUI KEBUDAYAAN LOKAL" dengan sub tema: 
* Permainan Tradisional
* Kesenian
* Kuliner
* Tradisi
* Pariwisata

⏰ TIMELNE ⏰
Gelombang 1 : 1 Agustus 2021 - 30 September 2021
Gelombang 2 : 1 Oktober 2021 - 30 Oktober 2021
Penjurian : 1 November 2021 - 5 November 2021
Pengumuman : 10 November 2021 

πŸ’°BIAYA PENDAFTARAN πŸ’°
πŸ“Œ Gelombang 1 
20.000 / Karya
50.000/3 Karya 
πŸ“Œ Gelombang 2 
25.000 / Karya 

🎁 HADIAH PEMENANG 🎁
πŸ₯‡Juara 1 : Uang Pembinaan + E-Sertifikat 
πŸ₯ˆJuara 2 : Uang Pembinaan + E-Sertifikat
πŸ₯‰Juara 3 : Uang Pembinaan + E-Sertifikat 
πŸ“Œ E-Sertifikat untuk seluruh peserta lomba

✏️ ALUR PENDAFTARAN ✏️
1. Mendaftar & mengisi formulir di bit.ly/cipto2021
2. Membayar biaya pendaftaran 
- Bank BRI 4151-01-030642-53-0 a.n Sinta Hikmah Nurhasanah
- Bank BNI 0966799286 a.n Elsya Rizky Nuraini
- Dana 0813 3752 4598 a.n Fildani Janus Aliffia
- OVO 0813 3752 4598 a.n Fildani Janus Aliffia
3. Konfirmasi bukti pembayaran ke 0857 9942 3210 (Qonita)
4. Mengirim karya melalui link bit.ly/upload-cipto2021

Untuk persyaratan dan ketentuan yang berlaku peserta dapat mengunduh buku panduan pada link bit.ly/panduancipto2021

☎️ More Info: 
0822 4229 1068 (Ridwan) 
0813 3752 4598 (Fildani) 

Tunggu apalagi, ayo daftar sekarang juga! 

IG: @himapknh.uny 

#fotografi #lombafotografi #lombafotografijogja #fotograficompetition #lombafoto #eventmahasiswa #eventmahasiswajagja #lombapelajar #infolomba #infolombaterbaru #lombajogja #jogja


BUKU PANDUAN CIPTO "CIVIC PHOTOGRAPHY COMPETITION" 2021

 BUKU PANDUAN CIPTO "CIVIC PHOTOGRAPHY COMPETITION" 2021


Silahkan download disini...

PRESS RELEASE DITERKAM SENJA (DISKUSI INTERNAL KAMPUS DIKALA SENJA)

                                                     



                                                     Press Release DITERKAM SENJA

                                            "Relevansi Pendidikan Pancasila di Masa Kini"

 

Hilangnya nomenklatur Pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah wajib atas diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan sempat menjadi bahan diskusi di kalangan masyarakat terkait dengan relevansi dan konsekuensi adanya Pendidikan Pancasila. Lantas muncul pertanyaan "Masihkah Pendidikan Pancasila relevan diterapkan pada masa kini?"

Dalam sejarahnya praktik pengajaran Pancasila pada masa lalu hanya menjadi jargon-jargon politik semata yang tidak terimplementasikan dalam kebijakan-kebijakan pemerintah. Pendidikan Pancasila juga rentan dijadikan produk politik oleh masing-masing rezim yang sedang berkuasa sesuai dengan penafsiran dan kepentingannya. Pada akhirnya dikeluarkan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang di dalamnya tidak mencantumkan secara khusus nomenklatur Pendidikan Pancasila, namun Pendidikan Pancasila tersebut diintegrasikan dalam mata pelajaran PKn.

Akan tetapi Pendidikan Pancasila tidak bisa dihilangkan begitu saja, Pendidikan Pancasila seharusnya tetap dijadikan kajian dan sarana mempersiapkan generasi muda menjadi warga negara yang baik. Hal ini bukan berarti menghidupkan kembali praktik Penataran P4 sebagaimana pada masa Orde Baru. Praktik penataran P4 yang erat kaitannya dengan Pendidikan Pancasila pada masa Orde Baru merupakan produk politik yang telah selesai dipakai.

Untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila tadi dibutuhkan peran dan kerjasama dari keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mengajarkan dan membudayakan nilai-nilai Pancasila. Pelaksanaan Pendidikan Pancasila juga tidak bisa hanya dilakukan sebatas pemahaman materi saja, namun diperlukan adanya penekanan lebih dalam hal praktik pengamalan Pancasila itu. Selain itu, perlu diadakan suatu Konsensus Nasional untuk mencapai kesepakatan mengenai interpretasi dari Pancasila itu sendiri, agar tidak jadi milik kelompok tertentu.

Senin, 31 Mei 2021

INTERUPSI EDISI MEI 2021

 INTERUPSI EDISI MEI 2021




Silahkan download disini...

Kamis, 22 April 2021

DITERKAM SENJA (DISKUSI INTERNAL KAMPUS DIKALA SENJA)

 


[DITERKAM SENJA]

Diskusi Internal Kampus Dikala Senja

Diskusi Online:

Berpikir Secara Kritis, Berdiskusi Secara Interaktif dan Melakukan Aksi Secara Demokratis

Dengan Tema : 

"Relevansi Pendidikan Pancasila di Masa Kini"

πŸ”πŸ”πŸ”πŸ”πŸ”πŸ”πŸ”πŸ”πŸ”πŸ”πŸ”πŸ”

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum 2021, mengajak kawan-kawan untuk bergabung dalam diskusi membahas topik yang hangat untuk diperbincangkan, yang akan dilaksanakan pada:

πŸ“… Jum'at 23 April 2021

⏰ 15.00 WIB - Selesai

πŸ“² Zoom Meeting

Bersama Narasumber :

πŸ—£ Dr. Samsuri, S.Pd., M.Ag ( Dosen PKnH UNY)

Dipandu oleh Moderator :

πŸ§•πŸ»Afika Nur Laila (Mahasiswa PKnH UNY)

πŸ“² Silakan bergabung di:

https://bit.ly/DITERKAMSENJA2021

πŸ“Gratis & Terbuka untuk seluruh mahasiswa UNY 

More info:

https://wa.me//+6285881417342 (Bunga)

https://wa.me//+6282326886904 (Agung)

#himapknh #vamospancasila #civicberaksi #fakultasilmusosial #universitasnegeriyogyakarta

----------------------------------------

Ikuti dan follow official account media sosial kami :

Instagram : @himapknh.uny

YouTube : HIMA PKnH UNY

Website : www.himapknhuny.com