Entri yang Diunggulkan

WEBINAR DISKUSI ANTAR UNIVERSITAS - Hima PKnH FIS UNY

WEBINAR DISKUSI ANTAR UNIVERSITAS - Hima PKnH FIS UNY Link E-Sertifikat dapat diakses di :  https://forms.gle/kAofMMkaHaHe4BXn8 Materi...

Sabtu, 03 Oktober 2015

HIMA PKnH Selenggrakan Malam Keakraban

                Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (HIMA PKnH)  menyelenggarakan acara Malam Ke-Akraban  pada hari sabtu sampai minggu (3-4/10/2015)  di Pesanggrahan, Sleman. Acara Malam Keakraban diikuti oleh semua  mahasiswa baru jurusa PKnH tahun 2015. Acara makrab tersebut dihadiri pula oleh Dosen, Kakak Tingkat serta Perwakilan seluruh Organisasi Mahasiswa dilingkungan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Acara dibuka oleh Ketua HIMA PKnH, Fajar Susilo Putro.
Dalam sambutannya Fajar menjelaskan acara makrab ini merupakan acara yang menjadi wadah mahasiswa baru untuk mengenal Jurusan, mengenal Organisasi Mahasiswa Jurusan serta mengenal kakak tingkat, “Memang acara makrab kali ini diselenggrakan dengan tujuan mengenal jurusan dan kakak tingkat lebih mendalam”.
        Acara yang diselenggarakan pada hari sabtu sampai minggu tersebut memuat acara-acara seperti Ngobrol asik bersama PHPI HIMA PKnH, Api Unggun, Pentas Seni hingga Outbond. “Acara ini memang sangat menguras tenaga, namun acara ini sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman lainnya sehingga saya mengenal lebih dalam jurusan PKnH UNY ini,” Jelas Mega, Peserta Makrab yang juga Mahasiswa Baru angkatan 2015 saat dimintai keterangan. (HWK)

HIMA PKnH Selenggrakan Malam Keakraban

                Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (HIMA PKnH)  menyelenggarakan acara Malam Ke-Akraban  pada hari sabtu sampai minggu (3-4/10/2015)  di Pesanggrahan, Sleman. Acara Malam Keakraban diikuti oleh semua  mahasiswa baru jurusa PKnH tahun 2015. Acara makrab tersebut dihadiri pula oleh Dosen, Kakak Tingkat serta Perwakilan seluruh Organisasi Mahasiswa dilingkungan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Acara dibuka oleh Ketua HIMA PKnH, Fajar Susilo Putro.
Dalam sambutannya Fajar menjelaskan acara makrab ini merupakan acara yang menjadi wadah mahasiswa baru untuk mengenal Jurusan, mengenal Organisasi Mahasiswa Jurusan serta mengenal kakak tingkat, “Memang acara makrab kali ini diselenggrakan dengan tujuan mengenal jurusan dan kakak tingkat lebih mendalam”.
        Acara yang diselenggarakan pada hari sabtu sampai minggu tersebut memuat acara-acara seperti Ngobrol asik bersama PHPI HIMA PKnH, Api Unggun, Pentas Seni hingga Outbond. “Acara ini memang sangat menguras tenaga, namun acara ini sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman lainnya sehingga saya mengenal lebih dalam jurusan PKnH UNY ini,” Jelas Mega, Peserta Makrab yang juga Mahasiswa Baru angkatan 2015 saat dimintai keterangan. (HWK)

Selasa, 18 Agustus 2015

TRAINING ESQ BAGI MAHASISWA BARU

 


 (WWW.UNY.AC.ID) Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan training ESQ (Emotional Spiritual Quotient) bagi seluruh mahasiswa baru angkatan 2015 yang beragama Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha sebanyak 291 orang. Training ini merupakan salah satu rangkaian pembekalan bagi mahasiswa baru UNY dalam upaya untuk membangun karakter taqwa para mahasiswa baru serta melakukan pembinaan dalam rangka mewujudkan kerukunan umat beragama. Pembukaan training ESQ ini dilangsungkan Selasa, 18 Agustus 2015 di Ruang Sidang Utama UNY oleh Rektor UNY Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.

Dalam sambutannya, Rektor UNY berpesan agar mahasiswa UNY harus punya moral yang baik dan merupakan generasi masa depan yang benar-benar mumpuni untuk menghadapi tantangan zaman. “Para pembina agama mohon mendampingi mereka selama kuliah,” kata Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. “Jangan lupa untuk memilih unit kegiatan mahasiswa yang sesuai dengan minat dan bakat.” Secara khusus, Rektor juga mengucapkan selamat pada para mahasiswa baru yang telah berhasil menembus ketatnya persaingan masuk UNY.

Menurut Ketua Panitia Kegiatan, Ilmawan Mustaqim, M.T., kegiatan ESQ untuk mahasiswa yang beragama Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha diikuti 131 mahasiswa beragama Protestan, 138 mahasiswa beragama Katolik, 14 mahasiswa beragama Hindu, dan 3 mahasiswa beragama Budha serta 5 orang mahasiswa lama. Untuk mahasiswa Protestan, ESQ dilaksanakan di Gedung KPLT UNY, untuk mahasiswa Katolik di LPPM, serta mahasiswa Hindu dan Budha di Student Center UNY. Training ini diharapkan dapat membangun karakter yang tangguh bagi mahasiswa baru yang tidak hanya mengedepankan intelektual saja, namun juga emosional dan spiritual, yang selaras dengan visi UNY yaitu, bertaqwa, mandiri, dan cendekia.
Elizabeth Dyah Ayu Pradita dari Prodi PGSD FIP mengatakan bahwa dirinya merasa senang dan surprise diberi ESQ karena sebelumnya menganggap bahwa ESQ hanya diperuntukkan mahasiswa muslim. Penganut agama Protestan tersebut berharap bahwa dengan training ESQ ini dapat lebih memperdalam pengetahuan tentang agamanya. (dedy)

TRAINING ESQ BAGI MAHASISWA BARU

 


 (WWW.UNY.AC.ID) Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan training ESQ (Emotional Spiritual Quotient) bagi seluruh mahasiswa baru angkatan 2015 yang beragama Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha sebanyak 291 orang. Training ini merupakan salah satu rangkaian pembekalan bagi mahasiswa baru UNY dalam upaya untuk membangun karakter taqwa para mahasiswa baru serta melakukan pembinaan dalam rangka mewujudkan kerukunan umat beragama. Pembukaan training ESQ ini dilangsungkan Selasa, 18 Agustus 2015 di Ruang Sidang Utama UNY oleh Rektor UNY Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.

Dalam sambutannya, Rektor UNY berpesan agar mahasiswa UNY harus punya moral yang baik dan merupakan generasi masa depan yang benar-benar mumpuni untuk menghadapi tantangan zaman. “Para pembina agama mohon mendampingi mereka selama kuliah,” kata Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. “Jangan lupa untuk memilih unit kegiatan mahasiswa yang sesuai dengan minat dan bakat.” Secara khusus, Rektor juga mengucapkan selamat pada para mahasiswa baru yang telah berhasil menembus ketatnya persaingan masuk UNY.

Menurut Ketua Panitia Kegiatan, Ilmawan Mustaqim, M.T., kegiatan ESQ untuk mahasiswa yang beragama Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha diikuti 131 mahasiswa beragama Protestan, 138 mahasiswa beragama Katolik, 14 mahasiswa beragama Hindu, dan 3 mahasiswa beragama Budha serta 5 orang mahasiswa lama. Untuk mahasiswa Protestan, ESQ dilaksanakan di Gedung KPLT UNY, untuk mahasiswa Katolik di LPPM, serta mahasiswa Hindu dan Budha di Student Center UNY. Training ini diharapkan dapat membangun karakter yang tangguh bagi mahasiswa baru yang tidak hanya mengedepankan intelektual saja, namun juga emosional dan spiritual, yang selaras dengan visi UNY yaitu, bertaqwa, mandiri, dan cendekia.
Elizabeth Dyah Ayu Pradita dari Prodi PGSD FIP mengatakan bahwa dirinya merasa senang dan surprise diberi ESQ karena sebelumnya menganggap bahwa ESQ hanya diperuntukkan mahasiswa muslim. Penganut agama Protestan tersebut berharap bahwa dengan training ESQ ini dapat lebih memperdalam pengetahuan tentang agamanya. (dedy)

TM 1 OSPEK FIS UNY 2015

https://pbs.twimg.com/media/CMpr_wkUEAA-6LE.jpg
            
 Technical Meeting OSPEK FIS UNY dilaksanakan tepatNya dilaksanakan di Taman Pancasila FIS UNY. Technical Meeting 1 ini merupakan rangkaian Ospek guna kelancaran dalam pelaksanaan OSPEK FIS UNY 2015. Peserta OSPEK FIS ini merupakan gabungan dari berbagai jurusan yang ada di Lingkup Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Dari tahun ke tahun memang di dalam OSPEK FIS ini terdapat 2 kali technical meeting. Di TM yang 1 ini di bahas tentang pembagian kelompok/gugus, pembagian pemandu, penugasan untuk OSPEK, Pembuatan Yel-Yel hingga perkenalan masing masing sie panitia dalam OSPEK ini. Namun, acara yang berlangsung di taman pancasila/TM 1 itu berlangsung pukul 07.00-14.05 dan langsung di alihkan untuk Tecnical Meeting Masing Masing Jurusan. Setelah dari jurusan TM 1 ini di tutup di masing-masing jurusan
SebelumNya TM ini merupakan hal penting dalam Rangkaian OSPEK FIS UNY yang akan di gelar pada tanggal 24-28 Agustus 2015. Pengenalan panitia dan penugasan adalah hal yang fundamen setiap OSPEK di Indonesia, KhususNya di UNY.

TM 1 OSPEK FIS UNY 2015

https://pbs.twimg.com/media/CMpr_wkUEAA-6LE.jpg
            
 Technical Meeting OSPEK FIS UNY dilaksanakan tepatNya dilaksanakan di Taman Pancasila FIS UNY. Technical Meeting 1 ini merupakan rangkaian Ospek guna kelancaran dalam pelaksanaan OSPEK FIS UNY 2015. Peserta OSPEK FIS ini merupakan gabungan dari berbagai jurusan yang ada di Lingkup Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Dari tahun ke tahun memang di dalam OSPEK FIS ini terdapat 2 kali technical meeting. Di TM yang 1 ini di bahas tentang pembagian kelompok/gugus, pembagian pemandu, penugasan untuk OSPEK, Pembuatan Yel-Yel hingga perkenalan masing masing sie panitia dalam OSPEK ini. Namun, acara yang berlangsung di taman pancasila/TM 1 itu berlangsung pukul 07.00-14.05 dan langsung di alihkan untuk Tecnical Meeting Masing Masing Jurusan. Setelah dari jurusan TM 1 ini di tutup di masing-masing jurusan
SebelumNya TM ini merupakan hal penting dalam Rangkaian OSPEK FIS UNY yang akan di gelar pada tanggal 24-28 Agustus 2015. Pengenalan panitia dan penugasan adalah hal yang fundamen setiap OSPEK di Indonesia, KhususNya di UNY.

Jumat, 14 Agustus 2015

Jalur ESQ SBMPTN 2015

http://kemahasiswaan.uny.ac.id/sites/kemahasiswaan.uny.ac.id/files/JADWAL%20ESQ-SBMPTN-umum.jpg

Informasi bagi mahasiswa Baru jalur SBMPTN 2015 . Mohon di simak baik baik untuk tanggal tanggal penting. Karena Informasi yang di berikan baik seputar ospek ataupun esQ/ICT merupakan hal yang penting yang harus di jalani mahasiswa baru... Semangat :)

Jalur ESQ SBMPTN 2015

http://kemahasiswaan.uny.ac.id/sites/kemahasiswaan.uny.ac.id/files/JADWAL%20ESQ-SBMPTN-umum.jpg

Informasi bagi mahasiswa Baru jalur SBMPTN 2015 . Mohon di simak baik baik untuk tanggal tanggal penting. Karena Informasi yang di berikan baik seputar ospek ataupun esQ/ICT merupakan hal yang penting yang harus di jalani mahasiswa baru... Semangat :)

UNDANGAN ESQ BAGI MAHASISWA BARU NON ISLAM Tahun 2015


Acara ini akan di gelar di ruang sidang utama rektorat. oleh karena itu mahasiswa baru non Islam wajib hadir di dalam acara pembukaan ESQ dan Rapat ESQ. bagi Mahasiswa Non-Islam yang tanggal 18 agustus 2015 masih ada acara yang berhalangan/ bertubrukan dengan acara fakultas bisa meminta ijin kepada koordinator disertai surat dan lampiran nama-nama yang ijin

@IKMK @PMK @KMHD #BUDDHA

UNDANGAN ESQ BAGI MAHASISWA BARU NON ISLAM Tahun 2015


Acara ini akan di gelar di ruang sidang utama rektorat. oleh karena itu mahasiswa baru non Islam wajib hadir di dalam acara pembukaan ESQ dan Rapat ESQ. bagi Mahasiswa Non-Islam yang tanggal 18 agustus 2015 masih ada acara yang berhalangan/ bertubrukan dengan acara fakultas bisa meminta ijin kepada koordinator disertai surat dan lampiran nama-nama yang ijin

@IKMK @PMK @KMHD #BUDDHA

Selasa, 11 Agustus 2015

BUKAN PEMILIHAN DEKAN !!!!

 

Masa jabatan Dekan seluruh Fakultas di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan berakhir pada tahun 2015. Pemilihan Dekan secara serentak tentu memiliki daya tarik tersendiri karena nasib 4 tahun mendatang Fakultas akan sangat dipengaruhi oleh Dekan baru yang terpilih. Namun, euforia pemilihan Dekan membisu sebab vitalitas posisi Dekan tidak sejalan dengan proses pemilihan yang diharapkan. Beberapa masalah muncul menjelang proses pemilihan, salah satunya adalah terlambatnya pembentukan panita. Menurut statuta UNY panitia pemilihan paling lambat dibentuk 3 bulan sebelum masa jabatan Dekan berakhir yaitu pada September 2015.
Selain keterlambatan pembentukan panitia, proses Pemilihan Dekan terkesan mendadak. Informasi akan dilaksanakannya Pemilihan Dekan sama sekali tidak terpublikasikan ke khalayak umum, bahkan di website UNY sekalipun. Bagi mahasiswa pemilihan Dekan kali ini tidak pada waktu yang tepat, karena akan dilangsungkan pada tanggal 19, 20 dan 21 Agustus 2015. Hal ini dikarenakan kondisi kampus sedang tidak aktif bahkan kurang dari 40% mahasiswa yang sedang berada di Kampus. Bulan agustus adalah masa libur semester, sedangkan angkatan 2012 sedang melaksanakan KKN dan PPL. Lebih parahnya hasil survey Kementrian KARISPOL BEM REMA UNY kepada 1000 mahasiswa yang sudah berada di kampus menunjukkan bahwa 81,76 % Mahasiswa tidak mengetahui akan dilaksanakan pemilihan Dekan. Kondisi demikan tentu sangat kontradiktif dengan cita-cita demokrasi bahwa pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Permasalahan lain yang kemudian muncul adalah mekanisme pemilihan yang digunakan dalam memilih Dekan. Tertulis dalam Statuta UNY pasal 41, bahwa Dekan dipilih melalui pemungutan suara dengan ketentuan Rektor memiliki 35% hak suara dan Senat Fakultas memiliki 65% suara, masing-masing anggota senat memiliki hak suara yang sama. Kewajiban adanya 3 calon dan mekanisme pemungutan suara seperti diatas menjadikan suara Rektor adalah suara Dewa. Jika 1 calon sama sekali tidak mendapatkan dukungan dari senat, maka calon yang pilih Rektor hanya membutuhkan 13% suara Senat untuk terpilih. Walaupun ilustrasi tersebut adalah kemungkinan paling tidak mungkin. Sehingga kami pun sepakat bahwa sesungguhnya tidak ada pemilihan nyata dalam pemilihan Dekan ini.
Angka prosentase tersebut di atas muncul tanpa alasan khusus, hanya mengikuti Peraturan Menteri dalam memilih Rektor. Mahasiswa sama sekali tidak dilibatkan dalam Pemilihan ini, padahal Mahasiswa yang paling merasakan dampak dari segala kebijakan Dekan. Kita tahu bahwa dalam pengelolaan institusi pendidikan ini mahasiswa menjadi objek paling besar. Dekan memiliki wewenang untuk memutuskan pengelolaan akademik, keuangan dan kegiatan mahasiswa di Fakultas yang akan berdampak langsung kepada mahasiswa.
Sederet masalah di atas seolah mencoret nama UNY sebagai Institusi Pendidikan. Di saat Mahasiswa belajar tentang demokrasi dan kemasyarakatan, justru dinodai dengan begitu sempurna oleh Statuta UNY. Pemilihan Dekan yang sejatinya dapat dijadikan percontohan tak khayal malah melahirkan Demokrasi Semu syarat kepentingan.
Oleh karena itu kami BEM REMA UNY bersikap tegas untuk menolak Pemilihan Dekan tanpa melibatkan mahasiswa dan memberikan tuntutan sebagai berikut:
  1. Hapuskan mekanisme 35% suara Rektor dan 65% suara Senat dalam pemilihan Dekan Fakultas di UNY.
  2. Libatkan mahasiswa dengan memberikan hak suara dalam pemilihan Dekan di UNY.
  3. Menyelenggarakan dialog terbuka antara Calon Dekan dengan Mahasiswa.
Sekian dan terimakasih, Hidup Mahasiswa!!!
#BangkitkanSenyumIndonesia

CC : BEMREMA_UNY

BUKAN PEMILIHAN DEKAN !!!!

 

Masa jabatan Dekan seluruh Fakultas di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan berakhir pada tahun 2015. Pemilihan Dekan secara serentak tentu memiliki daya tarik tersendiri karena nasib 4 tahun mendatang Fakultas akan sangat dipengaruhi oleh Dekan baru yang terpilih. Namun, euforia pemilihan Dekan membisu sebab vitalitas posisi Dekan tidak sejalan dengan proses pemilihan yang diharapkan. Beberapa masalah muncul menjelang proses pemilihan, salah satunya adalah terlambatnya pembentukan panita. Menurut statuta UNY panitia pemilihan paling lambat dibentuk 3 bulan sebelum masa jabatan Dekan berakhir yaitu pada September 2015.
Selain keterlambatan pembentukan panitia, proses Pemilihan Dekan terkesan mendadak. Informasi akan dilaksanakannya Pemilihan Dekan sama sekali tidak terpublikasikan ke khalayak umum, bahkan di website UNY sekalipun. Bagi mahasiswa pemilihan Dekan kali ini tidak pada waktu yang tepat, karena akan dilangsungkan pada tanggal 19, 20 dan 21 Agustus 2015. Hal ini dikarenakan kondisi kampus sedang tidak aktif bahkan kurang dari 40% mahasiswa yang sedang berada di Kampus. Bulan agustus adalah masa libur semester, sedangkan angkatan 2012 sedang melaksanakan KKN dan PPL. Lebih parahnya hasil survey Kementrian KARISPOL BEM REMA UNY kepada 1000 mahasiswa yang sudah berada di kampus menunjukkan bahwa 81,76 % Mahasiswa tidak mengetahui akan dilaksanakan pemilihan Dekan. Kondisi demikan tentu sangat kontradiktif dengan cita-cita demokrasi bahwa pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Permasalahan lain yang kemudian muncul adalah mekanisme pemilihan yang digunakan dalam memilih Dekan. Tertulis dalam Statuta UNY pasal 41, bahwa Dekan dipilih melalui pemungutan suara dengan ketentuan Rektor memiliki 35% hak suara dan Senat Fakultas memiliki 65% suara, masing-masing anggota senat memiliki hak suara yang sama. Kewajiban adanya 3 calon dan mekanisme pemungutan suara seperti diatas menjadikan suara Rektor adalah suara Dewa. Jika 1 calon sama sekali tidak mendapatkan dukungan dari senat, maka calon yang pilih Rektor hanya membutuhkan 13% suara Senat untuk terpilih. Walaupun ilustrasi tersebut adalah kemungkinan paling tidak mungkin. Sehingga kami pun sepakat bahwa sesungguhnya tidak ada pemilihan nyata dalam pemilihan Dekan ini.
Angka prosentase tersebut di atas muncul tanpa alasan khusus, hanya mengikuti Peraturan Menteri dalam memilih Rektor. Mahasiswa sama sekali tidak dilibatkan dalam Pemilihan ini, padahal Mahasiswa yang paling merasakan dampak dari segala kebijakan Dekan. Kita tahu bahwa dalam pengelolaan institusi pendidikan ini mahasiswa menjadi objek paling besar. Dekan memiliki wewenang untuk memutuskan pengelolaan akademik, keuangan dan kegiatan mahasiswa di Fakultas yang akan berdampak langsung kepada mahasiswa.
Sederet masalah di atas seolah mencoret nama UNY sebagai Institusi Pendidikan. Di saat Mahasiswa belajar tentang demokrasi dan kemasyarakatan, justru dinodai dengan begitu sempurna oleh Statuta UNY. Pemilihan Dekan yang sejatinya dapat dijadikan percontohan tak khayal malah melahirkan Demokrasi Semu syarat kepentingan.
Oleh karena itu kami BEM REMA UNY bersikap tegas untuk menolak Pemilihan Dekan tanpa melibatkan mahasiswa dan memberikan tuntutan sebagai berikut:
  1. Hapuskan mekanisme 35% suara Rektor dan 65% suara Senat dalam pemilihan Dekan Fakultas di UNY.
  2. Libatkan mahasiswa dengan memberikan hak suara dalam pemilihan Dekan di UNY.
  3. Menyelenggarakan dialog terbuka antara Calon Dekan dengan Mahasiswa.
Sekian dan terimakasih, Hidup Mahasiswa!!!
#BangkitkanSenyumIndonesia

CC : BEMREMA_UNY

Minggu, 09 Agustus 2015

PENGUMUMAN PEMBEKALAN PPL TAHUN 2015


Sehubungan dengan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta 2015 yang akan berlangsung tanggal 10 Agustus – 12 September 2015, maka setiap mahasiswa yang akan menempuh PPL diwajibkan mengikuti pembekalan PPL yang diselenggarakan oleh masing-masing fakultas (jadwal pembekalan PPL segera menghubungi koordinator PPL masing-masing fakultas).

Sesuai dengan Kalender Akademik P2 PPL dan PKL, pelaksanaan  pembekalan PPL  akan dilaksanakan padatanggal 3 Agustus – 6 Agustus 2015.

Pembekalan PPL merupakan salah satu rangkaian kegiatan PPL yang wajib diikuti oleh mahasiswa yang menempuh PPL. Apabila mahasiswa tidak mengikuti kegiatan Pembekalan PPL maka keikutsertaan sebagai peserta PPL dinyatakan gugur/mengundurkan diri.

Demikian pengumuman dan informasi ini dibuat, atas perhatian dan kerjasamanya di ucapkan terima kasih.

PENGUMUMAN PEMBEKALAN PPL TAHUN 2015


Sehubungan dengan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta 2015 yang akan berlangsung tanggal 10 Agustus – 12 September 2015, maka setiap mahasiswa yang akan menempuh PPL diwajibkan mengikuti pembekalan PPL yang diselenggarakan oleh masing-masing fakultas (jadwal pembekalan PPL segera menghubungi koordinator PPL masing-masing fakultas).

Sesuai dengan Kalender Akademik P2 PPL dan PKL, pelaksanaan  pembekalan PPL  akan dilaksanakan padatanggal 3 Agustus – 6 Agustus 2015.

Pembekalan PPL merupakan salah satu rangkaian kegiatan PPL yang wajib diikuti oleh mahasiswa yang menempuh PPL. Apabila mahasiswa tidak mengikuti kegiatan Pembekalan PPL maka keikutsertaan sebagai peserta PPL dinyatakan gugur/mengundurkan diri.

Demikian pengumuman dan informasi ini dibuat, atas perhatian dan kerjasamanya di ucapkan terima kasih.

NASIWAN RAIH DOKTOR ILMU POLITIK DI UGM


Salah satu DOSEN PKnH Meraih Gelar DOKTOR di UGM
Nasiwan merupakan dosen Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (PKnH) FIS UNY yang telah berhasil menyelesaikan studi S3 dari Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) Yogyakarta. Nasiwan dikukuhkan sebagai doktor ke-2234 Universitas Gadjah Mada dalam ujian terbuka promosi doktor di Fisipol UGM, Jumat (10/7/2015).
Dalam disertasinya yang berjudul “Dilema Transformasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)”, bertindak selaku promotor,  Prof. Dr. Ichlasul Amal, M.A., Ko-Promotor Prof. Dr. Purwo Santoso, M.A., ketua penguji Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si. (Dekan Fisipol UGM) dan penguji Dr. Eric Hiariej, S.IP., M.Phil. 
Penelitian yang dilakukan oleh Nasiwan berfokus pada dilema transformasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS  adalah partai yang mengusung Islam sebagai ideologi politiknya. PKS menginterpretasikan Islam secara kaffah, yakni Islam sebagai sistem nilai komprehensif untuk semua aspek baik itu sosial, politik, dan ekonomi yang secara bersamaan memberikan perekat kuat ideologi sehingga membuat partai ini solid dan koheren. 
PKS adalah partai Islamis. Argumen tersebut didasarkan pada dua faktor, yakni basis masa dan asas. Basis masa PKS, Jamaah Tarbiyah, adalah kalangan dengan karakteristik militan, muda, terdidik, penduduk kota, tapi memiliki pandangan Islam yang konservatif. Kecenderungannya, Jamaah Tarbiyah adalah kalangan Islam hasil kaderisasi lembaga dakwah kampus. Di samping itu, secara eksplisit PKS mengadopsi Islam sebagai platform partai. Islam diposisikan bukan semata-mata konstruksi teologis, tapi juga menyediakan perangkat sosial politik yang tak memisahkan agama dan negara. Maka, tidak aneh jika PKS sering mengusung agenda Islamis dalam pelbagai aksi politiknya.
Eksklusivitas PKS sebagai partai Islamis bisa dipertanyakan. Pada 2008, muncul wacana dari internal PKS bahwa partai dakwah ini akan menjadi partai terbuka sehingga bisa menerima anggota dari kalangan non-muslim. Wacana tersebut memicu pro kontra antar faksi di internal PKS. Banyak pertanyaan muncul apakah PKS telah merubah orientasi dari partai Islamis dengan ideologi dan basis masa eksklusif menjadi partai terbuka yang inklusif. Penulis akan memahami fenomena ini sebagai transformasi PKS dari partai Islamis menuju catch all party.
Menurut Nasiwan, topik ini penting untuk dikaji dan diteliti karena perubahan orientasi partai Islamis seperti PKS menuju partai terbuka adalah suatu hal yang jarang dijumpai. Maka, diperlukan sebuah upaya akademik untuk memahami fenomena ini.
Transformasi PKS dari Partai Islamis menuju partai terbuka dilatarbelakangi keinginan kuat untuk memperoleh suara yang banyak dalam pemilu. Keinginan tersebut mendorong PKS untuk bergerak ke tengah dan berusaha meraih suara dari segmen pemilih dari aliran politik lain, di luar basis masa tradisional PKS. Oleh karena itu, PKS berusaha untuk melakukan moderasi kebijakan dan perilaku. PKS juga melakukan persuasi terkait hal itu.  
Namun, transformasi PKS menuju partai terbuka  tidak akan berjalan mudah. Ganjalan keras akan datang dari kalangan yang memegang teguh ideologi PKS. Basis masa PKS dari kalangan Islam konservatif dan ideologi partai setidaknya akan menjadi batu sandungan bagi usaha tersebut. Mengingat Islam sebagai ideologi PKS adalah agama yang juga menjadi pegangan hidup dan basis relasi transedental yang tidak bisa dikompromikan begitu saja. (Danu)

SUMBER : UNY.AC.ID

NASIWAN RAIH DOKTOR ILMU POLITIK DI UGM


Salah satu DOSEN PKnH Meraih Gelar DOKTOR di UGM
Nasiwan merupakan dosen Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (PKnH) FIS UNY yang telah berhasil menyelesaikan studi S3 dari Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) Yogyakarta. Nasiwan dikukuhkan sebagai doktor ke-2234 Universitas Gadjah Mada dalam ujian terbuka promosi doktor di Fisipol UGM, Jumat (10/7/2015).
Dalam disertasinya yang berjudul “Dilema Transformasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)”, bertindak selaku promotor,  Prof. Dr. Ichlasul Amal, M.A., Ko-Promotor Prof. Dr. Purwo Santoso, M.A., ketua penguji Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si. (Dekan Fisipol UGM) dan penguji Dr. Eric Hiariej, S.IP., M.Phil. 
Penelitian yang dilakukan oleh Nasiwan berfokus pada dilema transformasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS  adalah partai yang mengusung Islam sebagai ideologi politiknya. PKS menginterpretasikan Islam secara kaffah, yakni Islam sebagai sistem nilai komprehensif untuk semua aspek baik itu sosial, politik, dan ekonomi yang secara bersamaan memberikan perekat kuat ideologi sehingga membuat partai ini solid dan koheren. 
PKS adalah partai Islamis. Argumen tersebut didasarkan pada dua faktor, yakni basis masa dan asas. Basis masa PKS, Jamaah Tarbiyah, adalah kalangan dengan karakteristik militan, muda, terdidik, penduduk kota, tapi memiliki pandangan Islam yang konservatif. Kecenderungannya, Jamaah Tarbiyah adalah kalangan Islam hasil kaderisasi lembaga dakwah kampus. Di samping itu, secara eksplisit PKS mengadopsi Islam sebagai platform partai. Islam diposisikan bukan semata-mata konstruksi teologis, tapi juga menyediakan perangkat sosial politik yang tak memisahkan agama dan negara. Maka, tidak aneh jika PKS sering mengusung agenda Islamis dalam pelbagai aksi politiknya.
Eksklusivitas PKS sebagai partai Islamis bisa dipertanyakan. Pada 2008, muncul wacana dari internal PKS bahwa partai dakwah ini akan menjadi partai terbuka sehingga bisa menerima anggota dari kalangan non-muslim. Wacana tersebut memicu pro kontra antar faksi di internal PKS. Banyak pertanyaan muncul apakah PKS telah merubah orientasi dari partai Islamis dengan ideologi dan basis masa eksklusif menjadi partai terbuka yang inklusif. Penulis akan memahami fenomena ini sebagai transformasi PKS dari partai Islamis menuju catch all party.
Menurut Nasiwan, topik ini penting untuk dikaji dan diteliti karena perubahan orientasi partai Islamis seperti PKS menuju partai terbuka adalah suatu hal yang jarang dijumpai. Maka, diperlukan sebuah upaya akademik untuk memahami fenomena ini.
Transformasi PKS dari Partai Islamis menuju partai terbuka dilatarbelakangi keinginan kuat untuk memperoleh suara yang banyak dalam pemilu. Keinginan tersebut mendorong PKS untuk bergerak ke tengah dan berusaha meraih suara dari segmen pemilih dari aliran politik lain, di luar basis masa tradisional PKS. Oleh karena itu, PKS berusaha untuk melakukan moderasi kebijakan dan perilaku. PKS juga melakukan persuasi terkait hal itu.  
Namun, transformasi PKS menuju partai terbuka  tidak akan berjalan mudah. Ganjalan keras akan datang dari kalangan yang memegang teguh ideologi PKS. Basis masa PKS dari kalangan Islam konservatif dan ideologi partai setidaknya akan menjadi batu sandungan bagi usaha tersebut. Mengingat Islam sebagai ideologi PKS adalah agama yang juga menjadi pegangan hidup dan basis relasi transedental yang tidak bisa dikompromikan begitu saja. (Danu)

SUMBER : UNY.AC.ID

BAN PT VISITASI DUA PROGRAM STUDI FIS


Lambang ORMAWA PKnH FIS UNY
Tidak banyak masyarakat yang menyadari  arti pentingnya  akreditasi. Padahal masyarakat jelas  mempunyai kepentingan terhadap hal tersebut.  Calon mahasiswa dan orang tua mahasiswa sebaiknya memperhatikan status akreditasi agar tidak salah langkah dalam memilih program studi di perguruan tinggi.
Dengan akreditasi  berarti adanya jaminan dari pemerintah bahwa penyelenggaraan program studi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi). Standar tersebut  sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Program studi yang terakreditasi akan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat.
Pada akhir Januari dan awal Februari 2015, dilaksanakanlah visitasi terhadap dua program studi: Pendidikan Geografi dan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum di lingkungan FIS UNY oleh BAN PT. Asesor yang mendapat tugas untuk Program Studi Geografi adalah Dr. Epon Ningrum (dari Universitas Pendidikan Indonesia) dan Dr. Eva Banowati (dari Universitas Negeri Semarang), untuk Program Studi PKnH asesornya Prof. Dr. Sapriya (Universitas Pendidikan Indonesia) dan salah satu dosen Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Kegiatan berlangsung di Ruang Ki Hajar Dewantara dan Ruang Kanopi – FIS UNY, mulai pukul 08.45 WIB. Visitasi tersebut dihadiri oleh Tim Akreditasi Prodi, Pimpinan Fakultas Ilmu Sosial, Civitas FIS, dan unit-unit pendukung UNY.
Acara Visitasi Akreditasi berlangsung selama 2 hari, beberapa standar penilaian yang diperiksa oleh tim asesor, yaitu: (1) Standar Penilaian Visi dan Misi, (2) Standar Tata pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu, (3) Standar Mahasiswa dan Lulusan, (4) Standar Sumber Daya Manusia, (5) Standar Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik, (6) Standar Pembiayaan, Sarana dan Prasarana serta Sistem Informasi, dan (7) Standar  Penelitian, Pelayanan, dan Pengabdian Masyarakat dan Kerja Sama.
Alhamdulillah, proses visitasi berjalan lancar dan sesuai dengan rundown yang ditetapkan asesor sebelumnya. Terjadi diskusi hangat antara asesor dengan progam studi dan atau unit pendukung di beberapa materi. Bahkan saran-saran dan masukan yang bermanfaat bagi program studi diberikan asesor untuk perbaikan ke depan sehingga mutu yang diberikan dapat lebih  baik lagi.
Setelah diskusi berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium, ruang kuliah, dan perpustakaan prodi. Para asesor melihat produk-produk yang ditampilkan. Mereka juga melihat seksama tiap produk yang ditampilkan. Tanya jawab berlangsung di ketiga tempat tersebut antara para asesor dengan mahasiswa yang berada di dalamnya.
Diskusi terakhir adalah dengan para dosen program studi. Semua dosen homebase prodi dilibatkan dalam diskusi tertutup tersebut. Sementara Ketua Program Studi diminta keluar ruang, untuk menjamin apa yang disampaikan para dosen bersifat transparan. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, berakhir pula kegiatan Visitasi Program Studi Pendidikan Geografi dan PKnH.  
Dengan pelaksanaan visitasi akreditasi program studi ini diharapkan memperoleh status yang lebih dari visitasi sebelumnya serta seiring sejalan dengan hasil visitasi akreditasi tingkat universitas di mana akreditasi universitas dicanangkan mendapatkan nilai A pada 2016 oleh BAN PT. Selanjutnya Berita Acara Visitasi dirapatkan dan dibawa ke BAN PT untuk penetapan nilai akreditasi yang tepat dan layak untuk dua program studi tersebut periode 2015—2020. (Danu)

BAN PT VISITASI DUA PROGRAM STUDI FIS


Lambang ORMAWA PKnH FIS UNY
Tidak banyak masyarakat yang menyadari  arti pentingnya  akreditasi. Padahal masyarakat jelas  mempunyai kepentingan terhadap hal tersebut.  Calon mahasiswa dan orang tua mahasiswa sebaiknya memperhatikan status akreditasi agar tidak salah langkah dalam memilih program studi di perguruan tinggi.
Dengan akreditasi  berarti adanya jaminan dari pemerintah bahwa penyelenggaraan program studi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi). Standar tersebut  sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Program studi yang terakreditasi akan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat.
Pada akhir Januari dan awal Februari 2015, dilaksanakanlah visitasi terhadap dua program studi: Pendidikan Geografi dan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum di lingkungan FIS UNY oleh BAN PT. Asesor yang mendapat tugas untuk Program Studi Geografi adalah Dr. Epon Ningrum (dari Universitas Pendidikan Indonesia) dan Dr. Eva Banowati (dari Universitas Negeri Semarang), untuk Program Studi PKnH asesornya Prof. Dr. Sapriya (Universitas Pendidikan Indonesia) dan salah satu dosen Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Kegiatan berlangsung di Ruang Ki Hajar Dewantara dan Ruang Kanopi – FIS UNY, mulai pukul 08.45 WIB. Visitasi tersebut dihadiri oleh Tim Akreditasi Prodi, Pimpinan Fakultas Ilmu Sosial, Civitas FIS, dan unit-unit pendukung UNY.
Acara Visitasi Akreditasi berlangsung selama 2 hari, beberapa standar penilaian yang diperiksa oleh tim asesor, yaitu: (1) Standar Penilaian Visi dan Misi, (2) Standar Tata pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu, (3) Standar Mahasiswa dan Lulusan, (4) Standar Sumber Daya Manusia, (5) Standar Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik, (6) Standar Pembiayaan, Sarana dan Prasarana serta Sistem Informasi, dan (7) Standar  Penelitian, Pelayanan, dan Pengabdian Masyarakat dan Kerja Sama.
Alhamdulillah, proses visitasi berjalan lancar dan sesuai dengan rundown yang ditetapkan asesor sebelumnya. Terjadi diskusi hangat antara asesor dengan progam studi dan atau unit pendukung di beberapa materi. Bahkan saran-saran dan masukan yang bermanfaat bagi program studi diberikan asesor untuk perbaikan ke depan sehingga mutu yang diberikan dapat lebih  baik lagi.
Setelah diskusi berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium, ruang kuliah, dan perpustakaan prodi. Para asesor melihat produk-produk yang ditampilkan. Mereka juga melihat seksama tiap produk yang ditampilkan. Tanya jawab berlangsung di ketiga tempat tersebut antara para asesor dengan mahasiswa yang berada di dalamnya.
Diskusi terakhir adalah dengan para dosen program studi. Semua dosen homebase prodi dilibatkan dalam diskusi tertutup tersebut. Sementara Ketua Program Studi diminta keluar ruang, untuk menjamin apa yang disampaikan para dosen bersifat transparan. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, berakhir pula kegiatan Visitasi Program Studi Pendidikan Geografi dan PKnH.  
Dengan pelaksanaan visitasi akreditasi program studi ini diharapkan memperoleh status yang lebih dari visitasi sebelumnya serta seiring sejalan dengan hasil visitasi akreditasi tingkat universitas di mana akreditasi universitas dicanangkan mendapatkan nilai A pada 2016 oleh BAN PT. Selanjutnya Berita Acara Visitasi dirapatkan dan dibawa ke BAN PT untuk penetapan nilai akreditasi yang tepat dan layak untuk dua program studi tersebut periode 2015—2020. (Danu)

PKnH FIS UNY : STAND TERBAIK PIM 2015

HIMA PKnH FIS UNY menyandang gelar Stand Terbaik PIM FIS UNY 2015 


Dari hasil penilaian dewan juri PIM, HIMA PKnH berhasil mendapatkan gelar juara stand terbaik, kategori terbaik dilihat dari penampilan stand, pelayanan Mahasiswa serta kebersihan yang ada di sekitar stand. tidak tanggung tanggung HIMA PKnH sendiri sudah 2 tahun berturut turut menyandang gelar stand terbaik, baik tahun 2014 dan 2015. Semoga di tahun berikutnya gelar yang di sandang kali ini bisa di pertahankan...

PKnH FIS UNY : STAND TERBAIK PIM 2015

HIMA PKnH FIS UNY menyandang gelar Stand Terbaik PIM FIS UNY 2015 


Dari hasil penilaian dewan juri PIM, HIMA PKnH berhasil mendapatkan gelar juara stand terbaik, kategori terbaik dilihat dari penampilan stand, pelayanan Mahasiswa serta kebersihan yang ada di sekitar stand. tidak tanggung tanggung HIMA PKnH sendiri sudah 2 tahun berturut turut menyandang gelar stand terbaik, baik tahun 2014 dan 2015. Semoga di tahun berikutnya gelar yang di sandang kali ini bisa di pertahankan...

Informasi untuk Mahasiswa Katolik-Kristen-Hindu dan Buddha


Informasi untuk Mahasiswa Katolik-Kristen-Hindu dan Buddha


Suksesi PIM Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2015

Instagram media PIM FIS UNY #apakabar #Camaba #CalonGuru Bangsa #Vamos_Pancasila
PIM tanggal 8 Agustus 2015 @PKMFISUNY




Pusat Informasi Mahasiswa merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. PIM tahun 2015 dilaksanakan pada tanggal 3-4 Agustus 2015 dan di akhiri pada tanggal 8 Agustus 2015 yang terpusat di Taman Pancasila dan di akhiri di Parkiran PKM FIS UNY. Tujuan PIM sendiri merupakan acara yang di kemas sebagai pusat untuk pengumpulan form ospek, info tentang Student Development Program, serta menggali Informasi baik seputar organisasi mahasiswa, komunitas ataupun komponen ospek yang ada di Fakultas Ilmu Sosial. 




Suksesi PIM Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2015

Instagram media PIM FIS UNY #apakabar #Camaba #CalonGuru Bangsa #Vamos_Pancasila
PIM tanggal 8 Agustus 2015 @PKMFISUNY




Pusat Informasi Mahasiswa merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. PIM tahun 2015 dilaksanakan pada tanggal 3-4 Agustus 2015 dan di akhiri pada tanggal 8 Agustus 2015 yang terpusat di Taman Pancasila dan di akhiri di Parkiran PKM FIS UNY. Tujuan PIM sendiri merupakan acara yang di kemas sebagai pusat untuk pengumpulan form ospek, info tentang Student Development Program, serta menggali Informasi baik seputar organisasi mahasiswa, komunitas ataupun komponen ospek yang ada di Fakultas Ilmu Sosial. 




Jumat, 03 Juli 2015

Nama-Nama yang belum Daftar OSPEK UNY, Mohon Di Cermati

https://drive.google.com/file/d/0B4RovRf1JUy_QmplMEhhTERlQmM/view?usp=sharing

Nama-Nama yang belum Daftar OSPEK UNY, Mohon Di Cermati

https://drive.google.com/file/d/0B4RovRf1JUy_QmplMEhhTERlQmM/view?usp=sharing

Selasa, 30 Juni 2015

Tanggal-Tanggal Penting Tutorial PAI

Tanggal-Tanggal Penting Tutorial PAI

JADWAL ESQ Untuk MAHASISWA BARU UNY 2015

Mohon di Cermati






JADWAL ESQ Untuk MAHASISWA BARU UNY 2015

Mohon di Cermati






Rabu, 17 Juni 2015

alur untuk calon mahasiswa baru jalur SNMPTN



Terkait sudah adanya pengumuman verifikasi jalur SNMPTN 2015, berikut ini adalah alur untuk calon mahasiswa baru jalur SNMPTN:
1. Calon mahasiswa baru Non bidikmisi melakukan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada tanggal 19-24 juni 2015 secara online di bank BTN, BNI, Mandiri kantor cabang seluruh indonesia atau bank BPD DIY dengan menunjukkan nomor bukti pendaftaran SNMPTN 2015. Nantinya calon mahasiswa baru akan mendapat PIN registrasi.
2. Calon mahasiswa bidikmisi tidak membayar UKT
3. Melakukan pemeriksaan kesehatan pada tanggal 23-26 juni 2015 di Hall tenis meja UNY mulai pukul 06.00-selesai
Adapun pembagian jadwalnya adalah sebagai berikut :
- Selasa 23 juni 2015 FIP dan FE (seluruh prodi)
- Rabu 24 juni 2015 FMIPA dan FIK (seluruh prodi)
- Kamis 25 juni 2015 FIS dan FT (semua prodi kecuali PT. Boga dan Busana)
- Jumat 26 juni 2015 FBS dan FT (PT. Boga dan Busana)
4. Melakukan registrasi pada tanggal 23-26 juni 2015 secara online melalui laman http://registrasi.uny.ac.id
Calon mahasiswa jalur SNMPTN Non-Bidikmisi menggunakan nomor pendaftaran SNMPTN dan PIN yang tercetak di kwitansi pembayaran UKT dari bank. Untuk peserta SNMPTN bidikmisi menggunakan KAP SNMPTN 2015. Calon mahasiswa harus mencetak data registrasi online melalui menu yg telah disediakan
5. Melengkapi dokumen registrasi dan foto pembuatan KTM pada tanggal 23-26 juni 2015 di Subbagian Registrasi (Rektorat sayap timur) dengan prosedur sebagai berikut :
- Menunjukkan tanda peserta SNMPTN 2015 dan fotocopy-annya.
- Menunjukkan ijazah asli dan surat keterangan lulus (bagi yg belum mempunyai ijazah) yang telah dilegalisir.
- Menunjukkan kwitansi pembayaran UKT (non bidikmisi) & kartu peserta pendaftaran bidikmisi (bidikmisi)
- Menyerahkan surat ganti nama bagi yang pernah ganti nama
- Menyerahkan surat pernyataan patuh terhadap etika Mahasiswa UNY dan bebas narkoba, masing-masing bermaterai Rp. 6000 (blangko surat pernyataan diunduh di laman http://registrasi.uny.ac.id setelah melakukan registrasi secara online)
- Menyerahkan hasil cetakan registrasi online
6. Berkonsultasi dengan penasehat akademik untuk pengisian dan entry data kartu rencana studi di fakultas masing-masing pada tanggal 23-26 juni 2015
7. Mengikuti OSPEK tanggal 24-28 Agustus 2015
8. Mengikuti ESQ 27 juli-11 agustus 2015 (Menyesuaikan pembagian jadwal per-fakultas)
9. Mengikuti proTEFL (jadwal menyusul)
Pusat Informasi Mahasiswa
Baru UNY 2015
BEM REMA UNY 2015
Kabinet Bangkit Bersama

alur untuk calon mahasiswa baru jalur SNMPTN



Terkait sudah adanya pengumuman verifikasi jalur SNMPTN 2015, berikut ini adalah alur untuk calon mahasiswa baru jalur SNMPTN:
1. Calon mahasiswa baru Non bidikmisi melakukan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada tanggal 19-24 juni 2015 secara online di bank BTN, BNI, Mandiri kantor cabang seluruh indonesia atau bank BPD DIY dengan menunjukkan nomor bukti pendaftaran SNMPTN 2015. Nantinya calon mahasiswa baru akan mendapat PIN registrasi.
2. Calon mahasiswa bidikmisi tidak membayar UKT
3. Melakukan pemeriksaan kesehatan pada tanggal 23-26 juni 2015 di Hall tenis meja UNY mulai pukul 06.00-selesai
Adapun pembagian jadwalnya adalah sebagai berikut :
- Selasa 23 juni 2015 FIP dan FE (seluruh prodi)
- Rabu 24 juni 2015 FMIPA dan FIK (seluruh prodi)
- Kamis 25 juni 2015 FIS dan FT (semua prodi kecuali PT. Boga dan Busana)
- Jumat 26 juni 2015 FBS dan FT (PT. Boga dan Busana)
4. Melakukan registrasi pada tanggal 23-26 juni 2015 secara online melalui laman http://registrasi.uny.ac.id
Calon mahasiswa jalur SNMPTN Non-Bidikmisi menggunakan nomor pendaftaran SNMPTN dan PIN yang tercetak di kwitansi pembayaran UKT dari bank. Untuk peserta SNMPTN bidikmisi menggunakan KAP SNMPTN 2015. Calon mahasiswa harus mencetak data registrasi online melalui menu yg telah disediakan
5. Melengkapi dokumen registrasi dan foto pembuatan KTM pada tanggal 23-26 juni 2015 di Subbagian Registrasi (Rektorat sayap timur) dengan prosedur sebagai berikut :
- Menunjukkan tanda peserta SNMPTN 2015 dan fotocopy-annya.
- Menunjukkan ijazah asli dan surat keterangan lulus (bagi yg belum mempunyai ijazah) yang telah dilegalisir.
- Menunjukkan kwitansi pembayaran UKT (non bidikmisi) & kartu peserta pendaftaran bidikmisi (bidikmisi)
- Menyerahkan surat ganti nama bagi yang pernah ganti nama
- Menyerahkan surat pernyataan patuh terhadap etika Mahasiswa UNY dan bebas narkoba, masing-masing bermaterai Rp. 6000 (blangko surat pernyataan diunduh di laman http://registrasi.uny.ac.id setelah melakukan registrasi secara online)
- Menyerahkan hasil cetakan registrasi online
6. Berkonsultasi dengan penasehat akademik untuk pengisian dan entry data kartu rencana studi di fakultas masing-masing pada tanggal 23-26 juni 2015
7. Mengikuti OSPEK tanggal 24-28 Agustus 2015
8. Mengikuti ESQ 27 juli-11 agustus 2015 (Menyesuaikan pembagian jadwal per-fakultas)
9. Mengikuti proTEFL (jadwal menyusul)
Pusat Informasi Mahasiswa
Baru UNY 2015
BEM REMA UNY 2015
Kabinet Bangkit Bersama

Pengumuman Untuk Mahasiswa UNY khususnya Jurusan PKnH



Informasi :
Berdasarkan surat Nomor 84/UN34/KM/2015
Terkait pengumuman beasiswa PPA dan BBP PPA tahun 2015
Bahwasanya untuk memperlancar proses pengajuan pencairan
1. Bagi penerima beasiswa PPA dan BBP PPA yang sudah memiliki rekening bank di BNI 1946 diharap menyerahakan poto copy KTM dan rekening ke Bagian Kemahasiswaan Rektorat
2. Bagi penerima beasiswa yang belum memiliki rekening Bank BNI diharap segera melapor ke Bagian Kemahasiswaan rektorat paling lambat tanggal 19 juni 2015 s/d pukul 14.00 WIB
Sumber : kemahasiswaan.uny.ac.id

BEM REMA UNY 2015
Kabinet Bangkit Bersama

Pengumuman Untuk Mahasiswa UNY khususnya Jurusan PKnH



Informasi :
Berdasarkan surat Nomor 84/UN34/KM/2015
Terkait pengumuman beasiswa PPA dan BBP PPA tahun 2015
Bahwasanya untuk memperlancar proses pengajuan pencairan
1. Bagi penerima beasiswa PPA dan BBP PPA yang sudah memiliki rekening bank di BNI 1946 diharap menyerahakan poto copy KTM dan rekening ke Bagian Kemahasiswaan Rektorat
2. Bagi penerima beasiswa yang belum memiliki rekening Bank BNI diharap segera melapor ke Bagian Kemahasiswaan rektorat paling lambat tanggal 19 juni 2015 s/d pukul 14.00 WIB
Sumber : kemahasiswaan.uny.ac.id

BEM REMA UNY 2015
Kabinet Bangkit Bersama

Ospek : Selamat Datang Calon Cendekiawan Muda Indonesia

In Sekertariat HIMA PKnH

PKnH Post. Mahasiswa adalah kaum intelektual muda yang di gadang gadang untuk menjadi agent perubahan di masa sekarang dan akan datang. Gelar Mahasiswa yang di sematkan tidak serta merta, namun mempunyai historis yang amat penting dalam republik ini. Bulan Mei- September tahun 2015 merupakan bulan yang amat penting karena siswa SMA/SMK/MA sederajat kebanyakan akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi seperti PTn. Persiapan demi persiapan terus dilakukan demi ingin masuk perguruan tinggi negeri. Siswa yang daftar saja mencapai 800 ribu lebih (Data  SNMPTn Panitia Pusat). Padahal siswa juga yang belum diterima oleh PTn melalui jalur SNMPTN tersebut masih bisa mendaftar jalur SBMPTN, SM ataupun jalur khusus (seperti Kerja Sama).  Ketika semua data yang telah diterima lewat jalur-jalur itu, calon mahasiswa itu akan menempuh beberapa acara seperti Ospek yang sebagai prasayarat diterimanya sebagai mahasiswa di perguruan tinggi. Contohnya saja Universitas Negeri Yogyakarta yang tiap tahunnya mengadakan Ospek selama 5 Hari.

Menjelang Ospek

Tidak hanya siswa yang melakukan persiapan demi persiapan, akan tetapi mahasiswa juga demikian. seperti persiapan untuk menjalankan Ospek dan Makrab. Ospek yang akan di kemas biasanya akan mempunyai kekhasan dan kenangan tersendiri. Universitas Negeri Yogyakarta yangtiap tahunnya selalu mengemas ospek selama 5 hari : 3 Hari Universitas di Gor UNY dan 2 Fakultas dan Jurusan. Panitia Ospek baik Universitas, Fakultas hingga jurusan hari demi hari terus mempersiapkan acara ospek supaya berkesan. Seperti Panitia Ospek jurusan PKnH FIS UNY yang dalam acara yang di kemas akan berbeda dengan tahun yang lalu. acara demi acara terus dicanangkan dan di rapatkan agar sesuai dengan tujuan ospek. Panitia OSEK dan pengurus HIMA PKnH merapatkan barisannya agar mahasiswa baru yang merupakan calon cendekiawan bisa merasakan Senangnya ospek Jurusan tanpa ada Kekerasan. SeLamat Datang Mahasiswa Baru  #PKnH #Vamos Pancasila




Rapat Ospek dan Rapat PH-PI HIMA PKnH




Moment Rapat


Rapat



Ospek : Selamat Datang Calon Cendekiawan Muda Indonesia

In Sekertariat HIMA PKnH

PKnH Post. Mahasiswa adalah kaum intelektual muda yang di gadang gadang untuk menjadi agent perubahan di masa sekarang dan akan datang. Gelar Mahasiswa yang di sematkan tidak serta merta, namun mempunyai historis yang amat penting dalam republik ini. Bulan Mei- September tahun 2015 merupakan bulan yang amat penting karena siswa SMA/SMK/MA sederajat kebanyakan akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi seperti PTn. Persiapan demi persiapan terus dilakukan demi ingin masuk perguruan tinggi negeri. Siswa yang daftar saja mencapai 800 ribu lebih (Data  SNMPTn Panitia Pusat). Padahal siswa juga yang belum diterima oleh PTn melalui jalur SNMPTN tersebut masih bisa mendaftar jalur SBMPTN, SM ataupun jalur khusus (seperti Kerja Sama).  Ketika semua data yang telah diterima lewat jalur-jalur itu, calon mahasiswa itu akan menempuh beberapa acara seperti Ospek yang sebagai prasayarat diterimanya sebagai mahasiswa di perguruan tinggi. Contohnya saja Universitas Negeri Yogyakarta yang tiap tahunnya mengadakan Ospek selama 5 Hari.

Menjelang Ospek

Tidak hanya siswa yang melakukan persiapan demi persiapan, akan tetapi mahasiswa juga demikian. seperti persiapan untuk menjalankan Ospek dan Makrab. Ospek yang akan di kemas biasanya akan mempunyai kekhasan dan kenangan tersendiri. Universitas Negeri Yogyakarta yangtiap tahunnya selalu mengemas ospek selama 5 hari : 3 Hari Universitas di Gor UNY dan 2 Fakultas dan Jurusan. Panitia Ospek baik Universitas, Fakultas hingga jurusan hari demi hari terus mempersiapkan acara ospek supaya berkesan. Seperti Panitia Ospek jurusan PKnH FIS UNY yang dalam acara yang di kemas akan berbeda dengan tahun yang lalu. acara demi acara terus dicanangkan dan di rapatkan agar sesuai dengan tujuan ospek. Panitia OSEK dan pengurus HIMA PKnH merapatkan barisannya agar mahasiswa baru yang merupakan calon cendekiawan bisa merasakan Senangnya ospek Jurusan tanpa ada Kekerasan. SeLamat Datang Mahasiswa Baru  #PKnH #Vamos Pancasila




Rapat Ospek dan Rapat PH-PI HIMA PKnH




Moment Rapat


Rapat



Selasa, 16 Juni 2015

Profil Jurusan


Program Studi (sekaligus Jurusan) Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) secara resmi diselenggarakan melalui SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 55 Tahun 1963, tanggal 22 Mei 1963, dengan nama program studi Civics-Hukum (CH), sebagai bagian dari Fakultas Keguruan Pengetahuan Sosial (FKPS).
Dalam iklim digencarkannya semangat “melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen” oleh pemerintahan Orde Baru, pada tahun 1970-an Program studi CH berganti nama menjadi Pendidikan Moral Pancasila (PMP).
Terjadi perubahan nama lagi pada tahun 1980-an menjadi Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan (PMPKn). Penambahan kembali kata kewarganegaraan menyiratkan pentingnya kajian keilmuan dalam rangka penguatan warga negara. Pada tahun 1995, kata “moral” dihilangkan dari nama Jurusan/Prodi. Nama Jurusan/Prodi berganti menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Lintasan sejarah tersebut menyiratkan mudahnya intervensi rezim dalam pendidikan kewarganegaraan. Berpijak pada realitas tersebut, menguat hasrat untuk memperkuat keilmuan dalam kajian kewarganegaraan pada umumnya, yang secara khusus tampak dari penamaan Program Studi.
Seiring dengan perluasan mandat (wider mandate) IKIP Yogyakarta dari institut menjadi Universitas pada tahun 1999, dibuka berbagai program non kependidikan untuk menunjang program-program studi kependidikan. Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan bermaksud membuka Program Studi baru, yaitu ilmu hukum. Sejak tahun 2005 nama jurusan berganti menjadi Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (PKnH), dengan sementara satu Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
Perubahan tersebut bersamaan dengan kegigihan masyarakat kampus (khususnya Program Studi PKn UNY) untuk mewujudkan pendidikan kewarganegaraan dengan keilmuan yang kokoh (established), sebagamana yang terjadi di berbagai negara yang dikenal dengan civic education, citizenship, citizenship education, dan sebagainya. Oleh karena itu, lahir apa yang kini disebut sebagai paradigma baru pendidikan kewarganegaraan(new paradigm of civic education). Program Studi PKn UNY termasuk salah satu lembaga perintis paradigma baru PKn.

Sumber : pknfisuny.wordpress.com

Profil Jurusan


Program Studi (sekaligus Jurusan) Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) secara resmi diselenggarakan melalui SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 55 Tahun 1963, tanggal 22 Mei 1963, dengan nama program studi Civics-Hukum (CH), sebagai bagian dari Fakultas Keguruan Pengetahuan Sosial (FKPS).
Dalam iklim digencarkannya semangat “melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen” oleh pemerintahan Orde Baru, pada tahun 1970-an Program studi CH berganti nama menjadi Pendidikan Moral Pancasila (PMP).
Terjadi perubahan nama lagi pada tahun 1980-an menjadi Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan (PMPKn). Penambahan kembali kata kewarganegaraan menyiratkan pentingnya kajian keilmuan dalam rangka penguatan warga negara. Pada tahun 1995, kata “moral” dihilangkan dari nama Jurusan/Prodi. Nama Jurusan/Prodi berganti menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Lintasan sejarah tersebut menyiratkan mudahnya intervensi rezim dalam pendidikan kewarganegaraan. Berpijak pada realitas tersebut, menguat hasrat untuk memperkuat keilmuan dalam kajian kewarganegaraan pada umumnya, yang secara khusus tampak dari penamaan Program Studi.
Seiring dengan perluasan mandat (wider mandate) IKIP Yogyakarta dari institut menjadi Universitas pada tahun 1999, dibuka berbagai program non kependidikan untuk menunjang program-program studi kependidikan. Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan bermaksud membuka Program Studi baru, yaitu ilmu hukum. Sejak tahun 2005 nama jurusan berganti menjadi Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (PKnH), dengan sementara satu Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
Perubahan tersebut bersamaan dengan kegigihan masyarakat kampus (khususnya Program Studi PKn UNY) untuk mewujudkan pendidikan kewarganegaraan dengan keilmuan yang kokoh (established), sebagamana yang terjadi di berbagai negara yang dikenal dengan civic education, citizenship, citizenship education, dan sebagainya. Oleh karena itu, lahir apa yang kini disebut sebagai paradigma baru pendidikan kewarganegaraan(new paradigm of civic education). Program Studi PKn UNY termasuk salah satu lembaga perintis paradigma baru PKn.

Sumber : pknfisuny.wordpress.com

Rabu, 10 Juni 2015

Mahasiswa Baru dan Politik Kota

Halili, M.A
Seluruh perguruan tinggi negeri telah melaksanakan salah satu hajat penting yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2015. Sejalan dengan daya tampung nasional yang meningkat hampir 8,9% dari tahun lalu, daya tampung PTN di Jogja tahun ini juga meningkat.
Sebagai Kota Pendidikan, Jogja akan segera kedatangan warga baru dalam jumlah besar. Mengacu pada daya tampung 6 PTN melalui SBMPTN saja, tiga puluh ribuan mahasiswa baru akan menyerbu Daerah Istimewa ini, belum lagi mahasiswa baru PTS. Dalam perspektif politik kota, situasi tersebut harus mendapat respons kebijakan yang memadai dari pemangku kebijakan, terutama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kota dan Kabupaten penyangganya.
Politik kota (urban politics) yang dimaksud tentulah relasi kuasa yang berkenaan dengan aktivitas dan hidup masyarakat mulai mencicipi arena perkotaan (urbanized communities). Politik kota berkaitan dengan aktivitas produksi dan reproduksi hidup mereka, yang melibatkan konflik dan kerjasama, yang mengarah pada munculnya masalah dan resolusinya melalui pembuatan kebijakan kolektif (Gerry Stoker, 1995).
Keberadaan mahasiswa baru dalam jumlah besar, tentu memberikan beberapa dampak positif, antara lain, pertama, secara kultural urbanisasi calon-calon sivitas akademika tersebut akan terus meneguhkan status dan posisi Jogja sebagai “kawah candradimuka” kaum terdidik di Indonesia.  
Kedua, bagi pertumbuhan ekonomi, tentu ini memberikan kabar baik. Potensi konsumsi para warga kelas menengah akan meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi. Pengarusutamaan (mainstreaming)program kewirausahaan melalui perguruan-perguruan tinggi negeri dan swasta tentu akan menjadi insentif tambahan bagi perekonomian Jogja.
Namun demikian, kehadiran mahasiswa baru dalam jumlah besar itu tentu akan memunculkan masalah-masalah perkataan baru (urban issues). Pertama, potensi ketegangan dan konflik sosial. Pemerintah daerah harus memiliki prakarsa yang memadai untuk meminimalisasi konflik sosial atau ketegangan komunal. Keberadaan kantong-kantong sosial berbasis daerah, suku, dan etnis, yang juga beririsan dengan agama dan tradisi, berpotensi menimbulkan gesekan-gesekan.
Secara faktual, pengalaman ketegangan sosial pasca “kasus premanisme” di LP Cebongan telah mendorong polarisasi “milisi-milisi” kedaerahan. Mahasiswa-mahasiswa berbasis daerah yang gagal menuntaskan studi secara optimal sesuai tujuan awal mereka ke Jogja, mulai banyak menimbulkan masalah sosial-keamanan baru. Hal ini diwarnai dengan konteks industrial baru, dimana jasa keamanan merupakan komoditas yang sangat menjanjikan. Kalau pemerintah tidak merespons situasi ini dengan kebijakan yang memadai, bukan tidak mungkin letupan-letupan premanisme dan konflik sosial berbasis kedaerahan akan marak, seperti yang kerapkali terjadi di Ibukota.
Kedua, segregasi sosial. Pemerintah daerah juga tidak bisa menutup mata atas kesenjangan sosial-ekonomi yang potensial muncul dari urbanisasi mahasiswa baru. Mahasiswa-mahasiswa yang menempuh studi di Yogyakarta sebagian besar berasal dan menampilkan perilaku kelas menengah yang berpotensi bergesekan dengan kearifan kultural dan pola kolektif perilaku masyarakat lokal.
Ketiga, kemacetan kota. Kedatangan mahasiswa baru tentu akan menambah volume kendaraan di Jogja. Apalagi, pada kenyataannya warga yang datang untuk studi tidak berbanding lurus dengan warga yang pergi karena sudah menuntaskan studi.  
Keempat, potensi jaringan kriminalitas, khususnya narkoba. Sinyalemen bahwa kos-kosan dan asrama mahasiswa Jogja merupakan sarang narkoba sudah sangat benderang.
Dalam perspektif politik kota, pemerintah dan masyarakat sipil merupakan agen utama pembuatan keputusan bersama untuk kepentingan bersama kehidupan masyarakat kota. Kedatangan mahasiswa baru tentu tidak bisa kita baca sebagai inti masalah yang muncul di kota. Masalah-masalah ekoran dari urbanisasi mahasiswa baru sesungguhnya hanyalah ujian bagi keseriusan kota dalam melaksanakan fungsi puclic service dan decision-making.
Di samping itu, partisipasi masyarakat sipil memainkan peran yang besar, terutama dalam pendidikan kewargaan untuk menjadikan mereka sebagai warga yang cerdas (smart citizen). Tanpa warga cerdas, kota akan berubah menjadi arena bagi berlakunya hukum rimba: yang kuatlah yang menang!



Halili, M.A
Koordinator Link De HAM FIS UNY & Dosen PKnH FIS UNY

Artikel ini di buat dalam Opini Tribun Jogja, 10 Juni 2015 di Kutip dari http://www.kompasiana.com/halilintarputrapetir

Mahasiswa Baru dan Politik Kota

Halili, M.A
Seluruh perguruan tinggi negeri telah melaksanakan salah satu hajat penting yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2015. Sejalan dengan daya tampung nasional yang meningkat hampir 8,9% dari tahun lalu, daya tampung PTN di Jogja tahun ini juga meningkat.
Sebagai Kota Pendidikan, Jogja akan segera kedatangan warga baru dalam jumlah besar. Mengacu pada daya tampung 6 PTN melalui SBMPTN saja, tiga puluh ribuan mahasiswa baru akan menyerbu Daerah Istimewa ini, belum lagi mahasiswa baru PTS. Dalam perspektif politik kota, situasi tersebut harus mendapat respons kebijakan yang memadai dari pemangku kebijakan, terutama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kota dan Kabupaten penyangganya.
Politik kota (urban politics) yang dimaksud tentulah relasi kuasa yang berkenaan dengan aktivitas dan hidup masyarakat mulai mencicipi arena perkotaan (urbanized communities). Politik kota berkaitan dengan aktivitas produksi dan reproduksi hidup mereka, yang melibatkan konflik dan kerjasama, yang mengarah pada munculnya masalah dan resolusinya melalui pembuatan kebijakan kolektif (Gerry Stoker, 1995).
Keberadaan mahasiswa baru dalam jumlah besar, tentu memberikan beberapa dampak positif, antara lain, pertama, secara kultural urbanisasi calon-calon sivitas akademika tersebut akan terus meneguhkan status dan posisi Jogja sebagai “kawah candradimuka” kaum terdidik di Indonesia.  
Kedua, bagi pertumbuhan ekonomi, tentu ini memberikan kabar baik. Potensi konsumsi para warga kelas menengah akan meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi. Pengarusutamaan (mainstreaming)program kewirausahaan melalui perguruan-perguruan tinggi negeri dan swasta tentu akan menjadi insentif tambahan bagi perekonomian Jogja.
Namun demikian, kehadiran mahasiswa baru dalam jumlah besar itu tentu akan memunculkan masalah-masalah perkataan baru (urban issues). Pertama, potensi ketegangan dan konflik sosial. Pemerintah daerah harus memiliki prakarsa yang memadai untuk meminimalisasi konflik sosial atau ketegangan komunal. Keberadaan kantong-kantong sosial berbasis daerah, suku, dan etnis, yang juga beririsan dengan agama dan tradisi, berpotensi menimbulkan gesekan-gesekan.
Secara faktual, pengalaman ketegangan sosial pasca “kasus premanisme” di LP Cebongan telah mendorong polarisasi “milisi-milisi” kedaerahan. Mahasiswa-mahasiswa berbasis daerah yang gagal menuntaskan studi secara optimal sesuai tujuan awal mereka ke Jogja, mulai banyak menimbulkan masalah sosial-keamanan baru. Hal ini diwarnai dengan konteks industrial baru, dimana jasa keamanan merupakan komoditas yang sangat menjanjikan. Kalau pemerintah tidak merespons situasi ini dengan kebijakan yang memadai, bukan tidak mungkin letupan-letupan premanisme dan konflik sosial berbasis kedaerahan akan marak, seperti yang kerapkali terjadi di Ibukota.
Kedua, segregasi sosial. Pemerintah daerah juga tidak bisa menutup mata atas kesenjangan sosial-ekonomi yang potensial muncul dari urbanisasi mahasiswa baru. Mahasiswa-mahasiswa yang menempuh studi di Yogyakarta sebagian besar berasal dan menampilkan perilaku kelas menengah yang berpotensi bergesekan dengan kearifan kultural dan pola kolektif perilaku masyarakat lokal.
Ketiga, kemacetan kota. Kedatangan mahasiswa baru tentu akan menambah volume kendaraan di Jogja. Apalagi, pada kenyataannya warga yang datang untuk studi tidak berbanding lurus dengan warga yang pergi karena sudah menuntaskan studi.  
Keempat, potensi jaringan kriminalitas, khususnya narkoba. Sinyalemen bahwa kos-kosan dan asrama mahasiswa Jogja merupakan sarang narkoba sudah sangat benderang.
Dalam perspektif politik kota, pemerintah dan masyarakat sipil merupakan agen utama pembuatan keputusan bersama untuk kepentingan bersama kehidupan masyarakat kota. Kedatangan mahasiswa baru tentu tidak bisa kita baca sebagai inti masalah yang muncul di kota. Masalah-masalah ekoran dari urbanisasi mahasiswa baru sesungguhnya hanyalah ujian bagi keseriusan kota dalam melaksanakan fungsi puclic service dan decision-making.
Di samping itu, partisipasi masyarakat sipil memainkan peran yang besar, terutama dalam pendidikan kewargaan untuk menjadikan mereka sebagai warga yang cerdas (smart citizen). Tanpa warga cerdas, kota akan berubah menjadi arena bagi berlakunya hukum rimba: yang kuatlah yang menang!



Halili, M.A
Koordinator Link De HAM FIS UNY & Dosen PKnH FIS UNY

Artikel ini di buat dalam Opini Tribun Jogja, 10 Juni 2015 di Kutip dari http://www.kompasiana.com/halilintarputrapetir