Subscribe Us


Selasa, 09 Juni 2015

Bersatu Mendukung Negeri

Qory Handayani

Hari lahir Pancasila kembali kita peringati pada 1 Juni lalu, ingatan kita tentu kembali menerawang pada 70 tahun lalu, saat kata Pancasila mulai diperkenalkan.

Sepanjang perjalanan itu, nilai-nilai Pancasila bisa kita jabarkan implementasinya dalam luasnya keseharian kita. Nilai kereligiusan masih tetap kita pegang, pembuktian bahwa negara Indonesia bukan negara sekuler masih dapat kita lihat. Namun melihat implementasi sila-sila selanjutnya yang seharusnya dijiwai oleh implementasi sila pertama, masih perlu kita evaluasi.

Bagaimanapun, di balik perbedaan keyakinan, nilai penghargaan terhadap masing-masing hak warga negara tetap harus kita junjung. Biarkan mereka mempercayai apa yang mereka yakini asal tidak berseberangan dengan nilai normatif yang telah kita anut. Memang benar bahwa Indonesia mulai berubah, kesederhanaan telah berubah melalui peran kecanggihan teknologi yang kemudian memberikan kemudahan serta menunjang aktivitas demi kemajuan bangsa.

Benar bahwa kita membutuhkan teknologi itu agar tidak tertinggal, tapi juga tetap harus meningkatkan kualitas diri agar tidak sekadar menjadi konsumen dan terjajah secara halus dari negara lain. Mengapa kita begitu bangga akan pemakaian suatu merek luar. Bukankah seharusnya kita turut bersatu dalam kerendahan hati tanpa mencemooh produk dalam negeri dan mendukung negeri?

Mengapa kita begitu pesimistis dengan negara kita sendiri? Siapa lagi yang akan membantu, saat kita membiarkan saudara kita berjuang sendirian melawan beratnya arus pasar bebas? Karena bangsa asinglah yang akan menuai hasil saat kita berhasil mereka perbudak. Hukum di Indonesia juga lebih berkembang. Lembaga negara lebih tertata dan letaknya sejajar, namun mereka tetap harus melihat arti penting sila keempat dapat dilihat dari proses penyelenggaraan negara.

Perlu peran kita sebagai warga negara untuk mengawasi, perlu ada kesadaran bagi rezim yang sedang berkuasa untuk memberikan bukti. Musyawarah untuk mencapai kemaslahatan memang tidak mudah, perlu pikiran yang kuat, waktu yang lebih lama, dan tenaga bahkan biaya yang tak sedikit pula. Namun, di situlah letak esensinya. Pengharapan kebijakan yang menguntungkan rakyat kecil juga sangat diinginkan.

Penanganan ekonomi perlu diperhatikan agar nilai sila kelima dapat segera terlihat perwujudannya, agar isi sila tidak berubah menjadi ”keadilan sosial bagi seluruh (wakil) rakyat Indonesia”.

Qori Handayani
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum, Anggota LinkDeham (Lingkar Kajian demokrasi dan Hak Asasi Manusia) Universitas Negeri Yogyakarta

Opini ini adalah Publikasi dari http://www.koran-sindo.com/read/1010453/161/bersatu-mendukung-negeri-1433819971

Bersatu Mendukung Negeri

Qory Handayani

Hari lahir Pancasila kembali kita peringati pada 1 Juni lalu, ingatan kita tentu kembali menerawang pada 70 tahun lalu, saat kata Pancasila mulai diperkenalkan.

Sepanjang perjalanan itu, nilai-nilai Pancasila bisa kita jabarkan implementasinya dalam luasnya keseharian kita. Nilai kereligiusan masih tetap kita pegang, pembuktian bahwa negara Indonesia bukan negara sekuler masih dapat kita lihat. Namun melihat implementasi sila-sila selanjutnya yang seharusnya dijiwai oleh implementasi sila pertama, masih perlu kita evaluasi.

Bagaimanapun, di balik perbedaan keyakinan, nilai penghargaan terhadap masing-masing hak warga negara tetap harus kita junjung. Biarkan mereka mempercayai apa yang mereka yakini asal tidak berseberangan dengan nilai normatif yang telah kita anut. Memang benar bahwa Indonesia mulai berubah, kesederhanaan telah berubah melalui peran kecanggihan teknologi yang kemudian memberikan kemudahan serta menunjang aktivitas demi kemajuan bangsa.

Benar bahwa kita membutuhkan teknologi itu agar tidak tertinggal, tapi juga tetap harus meningkatkan kualitas diri agar tidak sekadar menjadi konsumen dan terjajah secara halus dari negara lain. Mengapa kita begitu bangga akan pemakaian suatu merek luar. Bukankah seharusnya kita turut bersatu dalam kerendahan hati tanpa mencemooh produk dalam negeri dan mendukung negeri?

Mengapa kita begitu pesimistis dengan negara kita sendiri? Siapa lagi yang akan membantu, saat kita membiarkan saudara kita berjuang sendirian melawan beratnya arus pasar bebas? Karena bangsa asinglah yang akan menuai hasil saat kita berhasil mereka perbudak. Hukum di Indonesia juga lebih berkembang. Lembaga negara lebih tertata dan letaknya sejajar, namun mereka tetap harus melihat arti penting sila keempat dapat dilihat dari proses penyelenggaraan negara.

Perlu peran kita sebagai warga negara untuk mengawasi, perlu ada kesadaran bagi rezim yang sedang berkuasa untuk memberikan bukti. Musyawarah untuk mencapai kemaslahatan memang tidak mudah, perlu pikiran yang kuat, waktu yang lebih lama, dan tenaga bahkan biaya yang tak sedikit pula. Namun, di situlah letak esensinya. Pengharapan kebijakan yang menguntungkan rakyat kecil juga sangat diinginkan.

Penanganan ekonomi perlu diperhatikan agar nilai sila kelima dapat segera terlihat perwujudannya, agar isi sila tidak berubah menjadi ”keadilan sosial bagi seluruh (wakil) rakyat Indonesia”.

Qori Handayani
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum, Anggota LinkDeham (Lingkar Kajian demokrasi dan Hak Asasi Manusia) Universitas Negeri Yogyakarta

Opini ini adalah Publikasi dari http://www.koran-sindo.com/read/1010453/161/bersatu-mendukung-negeri-1433819971

Senin, 08 Juni 2015

SOSIALISASI TENTANG ETIKA MAHASISWA



Plagiat merupakan  perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan  sumber secara tepat dan memadai. Demikian ungkap Kepala Biro UPK UNY Drs. Setya Budi Takarina, M.Pd. dihadapan  42 Pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) terdiri dari Pengurus BEM, DPM dan UKM  Jumat kemarin dalam acara  sosialisasi tentang Etika Mahasiswa bertempat di Museum Pendidikan Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta.

Sementara Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes. dalam sambutan dan sekaligus membuka acara tersebut mengemukakan bahwa Bidang Kemahasiswaan   menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Kepala Biro UPK yang telah memprakarsai kegiatan ini, karena sangat tepat untuk memberikan pengertian tentang Etika Pergaulan bagi mahasiswa khususnya bagi  pemangku  jabatan/pengurus Ormawa di Kampus UNY sekalipun sampai saat ini tidak ada informasi atau masalah  memprihatinkan yang disampaikan ke bidang Kemahasiswaan.

Dalam sosialisasi ini dibagi menjadi 2 bagian, dimana yang pertama menyangkut tentang  Plagiasi yang diatur dalam Permendiknas No: 17 tahun 2010,  pencegahan dan  sanksi bagi mahasiswa disampaikan oleh Kepala Biro UPK, dibagian lain masalah “Etika dan Tata Tertib Pergaulan Mahasiswa di Kampus” disampaikan oleh Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd. selaku Staf Ahli WR3 bidang Penalaran mengemukakan  bahwa Etika merupakan pedoman dalam bersikap dan berperilaku yang didalamnya berisi garis-garis besar  nilai moral dan  norma yang mencerminkan  masyarakat kampus yang ilmiah, edukatif, kreatif, santun dan bermartabat. Ini berbeda dengan Tata Tertib yang mencakup aturan-aturan tentang hak, kewajiban, pelanggaran, serta sanksi bagi mahasiswa sebagai salah satu bentuk pelaksanaan etika mahasiswa UNY.

Lebih lanjut Nurtanio menyinggung  masalah Azas Penerapan Etika dan Tata Tertib Pergaulan Mahasiswa meliputi: Tanggung jawab, Partisipasi, Keadilan, Kedamaian dan Kesantunan, ini sangat penting untuk dilakukan dalam pergaulan di kampus UNY, hal ini sudah terbukti  ketika alumni UNY yang bekerja di berbagai tempat selalu diberikan catatan yang khas yaitu tanggung jawab, ulet dan loyalitasnya tinggi. (Ap. Winata)

Sumber : http://kemahasiswaan.uny.ac.id


SOSIALISASI TENTANG ETIKA MAHASISWA



Plagiat merupakan  perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan  sumber secara tepat dan memadai. Demikian ungkap Kepala Biro UPK UNY Drs. Setya Budi Takarina, M.Pd. dihadapan  42 Pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) terdiri dari Pengurus BEM, DPM dan UKM  Jumat kemarin dalam acara  sosialisasi tentang Etika Mahasiswa bertempat di Museum Pendidikan Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta.

Sementara Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes. dalam sambutan dan sekaligus membuka acara tersebut mengemukakan bahwa Bidang Kemahasiswaan   menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Kepala Biro UPK yang telah memprakarsai kegiatan ini, karena sangat tepat untuk memberikan pengertian tentang Etika Pergaulan bagi mahasiswa khususnya bagi  pemangku  jabatan/pengurus Ormawa di Kampus UNY sekalipun sampai saat ini tidak ada informasi atau masalah  memprihatinkan yang disampaikan ke bidang Kemahasiswaan.

Dalam sosialisasi ini dibagi menjadi 2 bagian, dimana yang pertama menyangkut tentang  Plagiasi yang diatur dalam Permendiknas No: 17 tahun 2010,  pencegahan dan  sanksi bagi mahasiswa disampaikan oleh Kepala Biro UPK, dibagian lain masalah “Etika dan Tata Tertib Pergaulan Mahasiswa di Kampus” disampaikan oleh Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd. selaku Staf Ahli WR3 bidang Penalaran mengemukakan  bahwa Etika merupakan pedoman dalam bersikap dan berperilaku yang didalamnya berisi garis-garis besar  nilai moral dan  norma yang mencerminkan  masyarakat kampus yang ilmiah, edukatif, kreatif, santun dan bermartabat. Ini berbeda dengan Tata Tertib yang mencakup aturan-aturan tentang hak, kewajiban, pelanggaran, serta sanksi bagi mahasiswa sebagai salah satu bentuk pelaksanaan etika mahasiswa UNY.

Lebih lanjut Nurtanio menyinggung  masalah Azas Penerapan Etika dan Tata Tertib Pergaulan Mahasiswa meliputi: Tanggung jawab, Partisipasi, Keadilan, Kedamaian dan Kesantunan, ini sangat penting untuk dilakukan dalam pergaulan di kampus UNY, hal ini sudah terbukti  ketika alumni UNY yang bekerja di berbagai tempat selalu diberikan catatan yang khas yaitu tanggung jawab, ulet dan loyalitasnya tinggi. (Ap. Winata)

Sumber : http://kemahasiswaan.uny.ac.id


Rabu, 03 Juni 2015

Kunjungan HIMA ILKOM UNY Ke HIMA PKnH UNY

Permalink gambar yang terpasang

HIMAPKnHPOS. Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FIS UNY berkunjung dan sharing-sharing bersama Himpunan Mahasiswa PKnH FIS UNY. Agenda tersebut berlangsung serius, Ketua HIMA PKnH sebagai tuan rumahnya memimpinan jalannya acara. acara tersebut merupakan agenda khusus dari HIMA ILKOM dengan tujuan bersilaturahmi dan menjalin hubungan yang baik dengan ormawa sesama FIS. AgendaNya yakni sharing Program Kerja yang berada di dua Ormawa tersebut hingga Acara-acara/agenda-agenda yang terdapat di masing masing Ormawa Tsb. 

Kunjungan HIMA ILKOM UNY Ke HIMA PKnH UNY

Permalink gambar yang terpasang

HIMAPKnHPOS. Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FIS UNY berkunjung dan sharing-sharing bersama Himpunan Mahasiswa PKnH FIS UNY. Agenda tersebut berlangsung serius, Ketua HIMA PKnH sebagai tuan rumahnya memimpinan jalannya acara. acara tersebut merupakan agenda khusus dari HIMA ILKOM dengan tujuan bersilaturahmi dan menjalin hubungan yang baik dengan ormawa sesama FIS. AgendaNya yakni sharing Program Kerja yang berada di dua Ormawa tersebut hingga Acara-acara/agenda-agenda yang terdapat di masing masing Ormawa Tsb. 

Hasil Juara Lomba ESSAY Tingkat Mahasiswa Se-DIY

            Permalink gambar yang terpasang

           Himpunan Mahasiswa PKnH FIS UNY akhirnya mendapatkan nama-nama 3 pemenang lomba essay. Lomba Essay tingkat DIY itu tidak terlepas peran dari Panitia dan segenap peserta yang mengikuti lomba tersebut. Lomba Essay tersebut mempunyai tujuan untuk menciptakan daya kritis dan daya tulis bagi mahasiswa PKn ataupun mahasiswa Se-DIY.
            Peserta yang mendaftar sebanya 118 orang. Namun, peserta yang hanya mengirimkan hanya 103 Orang. Juri yang menyeleksi adalah dosen PKnH sendiri, yakni Halili, M.A. Sebelumnya lomba essay tersebut untuk memperingati hari kebangkitan nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2015. Berikut Nama-nama yang menjadi pemenang :
1. Alfath Bagus Panuntun - Mahasiswa UGM
2. Zein Nugraha- Mahasiswa PKnH UNY
3. Prasetyo Wibowo -Mahasiswa Teknik UNY
Selamat Bagi Pemenang...

Hasil Juara Lomba ESSAY Tingkat Mahasiswa Se-DIY

            Permalink gambar yang terpasang

           Himpunan Mahasiswa PKnH FIS UNY akhirnya mendapatkan nama-nama 3 pemenang lomba essay. Lomba Essay tingkat DIY itu tidak terlepas peran dari Panitia dan segenap peserta yang mengikuti lomba tersebut. Lomba Essay tersebut mempunyai tujuan untuk menciptakan daya kritis dan daya tulis bagi mahasiswa PKn ataupun mahasiswa Se-DIY.
            Peserta yang mendaftar sebanya 118 orang. Namun, peserta yang hanya mengirimkan hanya 103 Orang. Juri yang menyeleksi adalah dosen PKnH sendiri, yakni Halili, M.A. Sebelumnya lomba essay tersebut untuk memperingati hari kebangkitan nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2015. Berikut Nama-nama yang menjadi pemenang :
1. Alfath Bagus Panuntun - Mahasiswa UGM
2. Zein Nugraha- Mahasiswa PKnH UNY
3. Prasetyo Wibowo -Mahasiswa Teknik UNY
Selamat Bagi Pemenang...

Mobil Karya Mahasiswa Yogyakarta Juara Kompetisi di Korea Selatan

Mobil Karya Mahasiswa Yogyakarta Juara Kompetisi di Korea Selatan

Yogyakarta - Mobil buatan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tak kalah dengan buatan mahasiswa asing. Mobil karya mahasiswa Yogya ini pun mampu menyabet gelar juara diajang 2015 International Student Green Car Competition (ISGCC) di Korea Selatan.

Sebelas mahasiswa yang tergabung dalam Tim mobil Universitas Negeri Yogyakarta, Garuda UNY Racing Team (GURT) membuktikan konsistensinya diajang tersebut untuk kategori mobil hybrid. Mereka berhasil mengungguli jumlah perolehan poin dari rival terberat sekaligus juara bertahan tahun lalu, MDS Cruza yang merupakan tim lokal. Satu-satunya tim wakil Indonesia ini berhasil menjadi juara umum dan mendapat gelar Best of the Best pada kompetisi yang berlangsung di Songsan-Myun, Hwasung-si, Gyeonggi-Do, Korea Selatan pada 29—30 Mei 2015 lalu.

Setelah melakoni kompetisi di Korea Selatan dan menyabet gelar juara, para mahasiswa ini kembali ke kampusnya dengan sambutan meriah. Mereka disambut oleh Rektor UNY Rohmad Wahab dan para mahasiswa lain. Menginjakan kaki pertama di kampus, para mahasiswa ini dikalungi bunga dan mendapatkan tepuk tangan meriah.

Ketua delegasi Tim GURT UNY ke Korea Selatan, Yusuf Mulyadi menyatakan kegembiraanya bisa membawa nama Indonesia di Korea Selatan. Mereka membuktikan mampu berkompetisi ditingkat internasional.

"Bangga, gembira, perjuangan kami lembur-lembur untuk persiapan terbayarkan,"kata Yusuf di kampus UNY, Selasa (2/6/2015) malam.

Dalam kompetisi di hari pertama pada mereka berhasil menyabet 1st winner maneuver dalam maneuverability race. Pada acceleration race mereka berhasil menduduki posisi 2nd winner acceleration. Yang lebih membanggakan lagi, mereka berhasil mendapatkan poin 594 dari total poin 600. Pada hari ke-2 kompetisi, tim Garuda UNY mendapatkan tantangan berupa kondisi cuaca yang kurang menguntungkan. 

Karena hujan turun, track yang digunakan basah dan membahayakan bagi kendaraan. Namun, HYVO 101 tetap melaju dan mampu finish di urutan ke-2. Capaian inilah yang membuat tim mobil UNY ini berhak untuk menjadi juara umum pada 2015 ISGCC dalam kategori mobil hybrid.

Atas prestasi ini, Tim GURT UNY mendapatkan hadiah sebesar 3 juta Won atau setara Rp 34 juta. Dan mendapatkan bantuan pengembangan teknologi 10 juta Won serta sertifikat internasional. (Detik.com)

Mobil Karya Mahasiswa Yogyakarta Juara Kompetisi di Korea Selatan

Mobil Karya Mahasiswa Yogyakarta Juara Kompetisi di Korea Selatan

Yogyakarta - Mobil buatan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tak kalah dengan buatan mahasiswa asing. Mobil karya mahasiswa Yogya ini pun mampu menyabet gelar juara diajang 2015 International Student Green Car Competition (ISGCC) di Korea Selatan.

Sebelas mahasiswa yang tergabung dalam Tim mobil Universitas Negeri Yogyakarta, Garuda UNY Racing Team (GURT) membuktikan konsistensinya diajang tersebut untuk kategori mobil hybrid. Mereka berhasil mengungguli jumlah perolehan poin dari rival terberat sekaligus juara bertahan tahun lalu, MDS Cruza yang merupakan tim lokal. Satu-satunya tim wakil Indonesia ini berhasil menjadi juara umum dan mendapat gelar Best of the Best pada kompetisi yang berlangsung di Songsan-Myun, Hwasung-si, Gyeonggi-Do, Korea Selatan pada 29—30 Mei 2015 lalu.

Setelah melakoni kompetisi di Korea Selatan dan menyabet gelar juara, para mahasiswa ini kembali ke kampusnya dengan sambutan meriah. Mereka disambut oleh Rektor UNY Rohmad Wahab dan para mahasiswa lain. Menginjakan kaki pertama di kampus, para mahasiswa ini dikalungi bunga dan mendapatkan tepuk tangan meriah.

Ketua delegasi Tim GURT UNY ke Korea Selatan, Yusuf Mulyadi menyatakan kegembiraanya bisa membawa nama Indonesia di Korea Selatan. Mereka membuktikan mampu berkompetisi ditingkat internasional.

"Bangga, gembira, perjuangan kami lembur-lembur untuk persiapan terbayarkan,"kata Yusuf di kampus UNY, Selasa (2/6/2015) malam.

Dalam kompetisi di hari pertama pada mereka berhasil menyabet 1st winner maneuver dalam maneuverability race. Pada acceleration race mereka berhasil menduduki posisi 2nd winner acceleration. Yang lebih membanggakan lagi, mereka berhasil mendapatkan poin 594 dari total poin 600. Pada hari ke-2 kompetisi, tim Garuda UNY mendapatkan tantangan berupa kondisi cuaca yang kurang menguntungkan. 

Karena hujan turun, track yang digunakan basah dan membahayakan bagi kendaraan. Namun, HYVO 101 tetap melaju dan mampu finish di urutan ke-2. Capaian inilah yang membuat tim mobil UNY ini berhak untuk menjadi juara umum pada 2015 ISGCC dalam kategori mobil hybrid.

Atas prestasi ini, Tim GURT UNY mendapatkan hadiah sebesar 3 juta Won atau setara Rp 34 juta. Dan mendapatkan bantuan pengembangan teknologi 10 juta Won serta sertifikat internasional. (Detik.com)

Minggu, 31 Mei 2015

Kejahatan dan Pendidikan Karakter

           

           Kejahatan/crime yang terjadi belakangan ini merupakan fenomena sosial yang sangat fundamental yang sejatinya harus segera mendapat perhatian dari seluruh lapisan masyarakat. Fenomena sosial tersebut memberikan dampak yang sangat besar bagi mayarakat umum, dan juga menyebabkan tersendatnya perkembangan negeri Indonesia ini. Memang mustahil sekali, jikalau fenomena kejahatan di dalam suatu negara tertentu pada masanya tidak ada. Pada Zaman Plato (427-347 s.m ) saja sudah ada misalnya Plato menjelaskan bahwa manusia adalah sumber dari banyak kejahatan, kemudian setelah itu pada zaman Aristoteles (382-322 s.m) menegaskan bahwa kemiskinan menimbulkan kejahatan dan pemberontakan. Oleh karena itu dalam suatu fenomena kejahatan tersebut masyakarat harus memberikan solusi bukan memberikan masalah baru. Fenomena sosial yang terjadi akhir akhir ini seperti Pencurian, Geng motor, begal, Korupsi, Free Sex, Pelecehan seksual, ataupun penggunaan obat obatan terlarang (Narkotika). Ironisnya fenomena itu bukan saja menjerat orang tua, tetapi generasi muda yang akan menjadi agent pembaharuan dan perubahan.
                 Suatu kejahatan dapat di anggap jahat ketika perbuatan tersebut mendapat respon dari mayarakat. Contohnya saja kejahatan seperti pencurian, begal, korupsi dll, menunjukan bahwa pendidikan karakter yang selama ini di dengung-dengunkan tidak efektif dan tidak berdampak apa apa. Kurangnya pemahaman pendidikan karakter menjadi salah satu faktor kekurang efektifan suatu program pendidikan karakter. Seharusnya khalayak masyarakat mengetahui bahwa pendidikan karakter itu tidak saja di sekolah-sekolah , namun di keluarga dan lingkungan sosial. Pendidikan di sekolah yakni pendidikan Formal pula harus mengarah kepada pembentukan karakter karakter yang baik. Apalah gunanya ketika seseorang yang mempunyai kemampuan kecerdasan akademik dan tidak di barengi dengan pendidikan karakter akan membahayakan dirinya sendiri, keluarga, lapisan masyarakat hingga bangsa dan negara.
Mensukseskan Program Karakter
            Masyarakat setiap hari di suguhi kabar berita yang memprihatinkan, contohnya saja berita korupsi, pencurian, geng motor, Free Sex ataupun pelecehan seksual. Fenomena tersebut seharusnya direspon secara tanggap dan cepat baik pemerintah, ataupun mayarakat umum. Sudah di jelaskan diatas bahwasannya pendidikan karakter tidak hanya di sekolah-sekolah tetapi keluarga dan lingkungan masyarakat. Oleh karena harus saling berkomunikasi dan saling bersinergi mensukseskan program pendidikan karakter. Pihak pihak terkait yang seyogianya memberikan dukungan dan mensukseskan program tersebut meliputi pemerintah sebagai pembuat kebijakan, Orang tua sebagai pendidik yang utama di dalam program pendidikan karakter, guru yang merupakan pendidik yang mentranfer ilmu dan memberikan suri teladan bagi peserta didik serta seluruh elemen masyarakat yang bertugas untuk mensosialisasikan pentingnya pendidikan karakter bagi perkembangan bangsa dan negara dalam kehidupan bermayarakat.


Henrikus Wawan Kurniawan
PKnH 2013B

Kejahatan dan Pendidikan Karakter

           

           Kejahatan/crime yang terjadi belakangan ini merupakan fenomena sosial yang sangat fundamental yang sejatinya harus segera mendapat perhatian dari seluruh lapisan masyarakat. Fenomena sosial tersebut memberikan dampak yang sangat besar bagi mayarakat umum, dan juga menyebabkan tersendatnya perkembangan negeri Indonesia ini. Memang mustahil sekali, jikalau fenomena kejahatan di dalam suatu negara tertentu pada masanya tidak ada. Pada Zaman Plato (427-347 s.m ) saja sudah ada misalnya Plato menjelaskan bahwa manusia adalah sumber dari banyak kejahatan, kemudian setelah itu pada zaman Aristoteles (382-322 s.m) menegaskan bahwa kemiskinan menimbulkan kejahatan dan pemberontakan. Oleh karena itu dalam suatu fenomena kejahatan tersebut masyakarat harus memberikan solusi bukan memberikan masalah baru. Fenomena sosial yang terjadi akhir akhir ini seperti Pencurian, Geng motor, begal, Korupsi, Free Sex, Pelecehan seksual, ataupun penggunaan obat obatan terlarang (Narkotika). Ironisnya fenomena itu bukan saja menjerat orang tua, tetapi generasi muda yang akan menjadi agent pembaharuan dan perubahan.
                 Suatu kejahatan dapat di anggap jahat ketika perbuatan tersebut mendapat respon dari mayarakat. Contohnya saja kejahatan seperti pencurian, begal, korupsi dll, menunjukan bahwa pendidikan karakter yang selama ini di dengung-dengunkan tidak efektif dan tidak berdampak apa apa. Kurangnya pemahaman pendidikan karakter menjadi salah satu faktor kekurang efektifan suatu program pendidikan karakter. Seharusnya khalayak masyarakat mengetahui bahwa pendidikan karakter itu tidak saja di sekolah-sekolah , namun di keluarga dan lingkungan sosial. Pendidikan di sekolah yakni pendidikan Formal pula harus mengarah kepada pembentukan karakter karakter yang baik. Apalah gunanya ketika seseorang yang mempunyai kemampuan kecerdasan akademik dan tidak di barengi dengan pendidikan karakter akan membahayakan dirinya sendiri, keluarga, lapisan masyarakat hingga bangsa dan negara.
Mensukseskan Program Karakter
            Masyarakat setiap hari di suguhi kabar berita yang memprihatinkan, contohnya saja berita korupsi, pencurian, geng motor, Free Sex ataupun pelecehan seksual. Fenomena tersebut seharusnya direspon secara tanggap dan cepat baik pemerintah, ataupun mayarakat umum. Sudah di jelaskan diatas bahwasannya pendidikan karakter tidak hanya di sekolah-sekolah tetapi keluarga dan lingkungan masyarakat. Oleh karena harus saling berkomunikasi dan saling bersinergi mensukseskan program pendidikan karakter. Pihak pihak terkait yang seyogianya memberikan dukungan dan mensukseskan program tersebut meliputi pemerintah sebagai pembuat kebijakan, Orang tua sebagai pendidik yang utama di dalam program pendidikan karakter, guru yang merupakan pendidik yang mentranfer ilmu dan memberikan suri teladan bagi peserta didik serta seluruh elemen masyarakat yang bertugas untuk mensosialisasikan pentingnya pendidikan karakter bagi perkembangan bangsa dan negara dalam kehidupan bermayarakat.


Henrikus Wawan Kurniawan
PKnH 2013B

Rabu, 13 Mei 2015

UNY Gelar Lomba Cerdas Cermat untuk Siswa SMA



Edupost.ID, Yogyakarta – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (HIMA PKnH) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) pada Sabtu (16/5) bertempat di Ruang Cut Nyak Dien Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNY. Acara ini diperuntukkan bagi pelajar SMA/MA di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Ketua HIMA PKnH, Fajar Susilo Putro,  menyampaikan hal tersebut di UNY Selasa (12/5) di sela-sela penyelenggaraan Lomba Akuistik. Fajar menambahkan, jumlah tim peserta yang akan mengikuti lomba tercatat ada 49 tim dari berbagai wilayah di DIY - Jateng. “Target minimal 35 tim, target maksimal 50 tim, yang sudah pasti ikut ada 49 tim”, ujar Fajar. Ditambahkan Fajar, untuk pendaftaran peserta LCC sudah ditutup. “Pendaftaran sudah ditutup”, ujarnya.
Lomba ini, menurut Fajar adalah bagian dari rangkaian acara Civic Fair HIMA PKN UNY. Selain LCC, ada beberapa agenda lain yang diselenggarakan. Lomba-lomba yang dimaksud adalah Lomba Akuistik. Lomba essay mahasiswa, dan donor darah.
Lomba akuistik terbuka untuk umum. Kegiatan ini sudah berlangsung pada Selasa (12/5) yang diikuti 17 tim dari DIY. Sedangkan lomba essay diikuti oleh mahasiswa di DIY. Panitia mencatat sudah ada 120 naskah essay yang masuk ke panitia. Pengumuman pemenang lomba essay, lannjut Fajar akan disampaikan pada  Sabtu (16/5).

UNY Gelar Lomba Cerdas Cermat untuk Siswa SMA



Edupost.ID, Yogyakarta – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (HIMA PKnH) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) pada Sabtu (16/5) bertempat di Ruang Cut Nyak Dien Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNY. Acara ini diperuntukkan bagi pelajar SMA/MA di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Ketua HIMA PKnH, Fajar Susilo Putro,  menyampaikan hal tersebut di UNY Selasa (12/5) di sela-sela penyelenggaraan Lomba Akuistik. Fajar menambahkan, jumlah tim peserta yang akan mengikuti lomba tercatat ada 49 tim dari berbagai wilayah di DIY - Jateng. “Target minimal 35 tim, target maksimal 50 tim, yang sudah pasti ikut ada 49 tim”, ujar Fajar. Ditambahkan Fajar, untuk pendaftaran peserta LCC sudah ditutup. “Pendaftaran sudah ditutup”, ujarnya.
Lomba ini, menurut Fajar adalah bagian dari rangkaian acara Civic Fair HIMA PKN UNY. Selain LCC, ada beberapa agenda lain yang diselenggarakan. Lomba-lomba yang dimaksud adalah Lomba Akuistik. Lomba essay mahasiswa, dan donor darah.
Lomba akuistik terbuka untuk umum. Kegiatan ini sudah berlangsung pada Selasa (12/5) yang diikuti 17 tim dari DIY. Sedangkan lomba essay diikuti oleh mahasiswa di DIY. Panitia mencatat sudah ada 120 naskah essay yang masuk ke panitia. Pengumuman pemenang lomba essay, lannjut Fajar akan disampaikan pada  Sabtu (16/5).

Sabtu, 14 Februari 2015

Temu Perdana HIMA PKnH FIS UNY 2015

         
(PKnH Post). Susunan kepengurusan HIMA PKnH 2015 telah terbentuk. Tepatnya tanggal 14 Febuari 2015 Pukul 07.00 -09.45 WIB PI (Pengurus Inti) dan PH (Pengurus Harian) mengadakan acara Temu Perdana di Hall Rektorat . Program kerja HIMA PKnH 2015 akan berjalan dengan baik ketika para anggotanya mengenal seluruh pengurus baik staff ahli, Kadiv divisi maupun PH & PI. Acara temu perdana tahun 2015 ini berjalan dengan lancar “ujar Ketua HIMA PKnH 2015, Fajar Susilo Putro. 
         Memang dalam sebuah sistem kepengurusan  di dalam Himpunan Mahasiswa biasanya, Temu Perdana  sudah menjadi hal yang sangat penting untuk mengeratkan dan mengenal lebih jauh anggota anggota HIMA secara keseluruhan.  Dalam temu perdana kali ini sekitar 50 pengurus baik staff ahli, staff biasa dan PH serta PI yang hadir. 

Temu Perdana HIMA PKnH FIS UNY 2015

         
(PKnH Post). Susunan kepengurusan HIMA PKnH 2015 telah terbentuk. Tepatnya tanggal 14 Febuari 2015 Pukul 07.00 -09.45 WIB PI (Pengurus Inti) dan PH (Pengurus Harian) mengadakan acara Temu Perdana di Hall Rektorat . Program kerja HIMA PKnH 2015 akan berjalan dengan baik ketika para anggotanya mengenal seluruh pengurus baik staff ahli, Kadiv divisi maupun PH & PI. Acara temu perdana tahun 2015 ini berjalan dengan lancar “ujar Ketua HIMA PKnH 2015, Fajar Susilo Putro. 
         Memang dalam sebuah sistem kepengurusan  di dalam Himpunan Mahasiswa biasanya, Temu Perdana  sudah menjadi hal yang sangat penting untuk mengeratkan dan mengenal lebih jauh anggota anggota HIMA secara keseluruhan.  Dalam temu perdana kali ini sekitar 50 pengurus baik staff ahli, staff biasa dan PH serta PI yang hadir.