Minggu, 17 Januari 2016
Sabtu, 03 Oktober 2015
HIMA PKnH Selenggrakan Malam Keakraban
20.21
1 comment
Dalam sambutannya Fajar menjelaskan acara makrab ini merupakan acara yang menjadi wadah mahasiswa baru untuk mengenal Jurusan, mengenal Organisasi Mahasiswa Jurusan serta mengenal kakak tingkat, “Memang acara makrab kali ini diselenggrakan dengan tujuan mengenal jurusan dan kakak tingkat lebih mendalam”.
Acara yang diselenggarakan pada hari sabtu sampai minggu tersebut memuat acara-acara seperti Ngobrol asik bersama PHPI HIMA PKnH, Api Unggun, Pentas Seni hingga Outbond. “Acara ini memang sangat menguras tenaga, namun acara ini sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman lainnya sehingga saya mengenal lebih dalam jurusan PKnH UNY ini,” Jelas Mega, Peserta Makrab yang juga Mahasiswa Baru angkatan 2015 saat dimintai keterangan. (HWK)
HIMA PKnH Selenggrakan Malam Keakraban
20.21
1 comment
Dalam sambutannya Fajar menjelaskan acara makrab ini merupakan acara yang menjadi wadah mahasiswa baru untuk mengenal Jurusan, mengenal Organisasi Mahasiswa Jurusan serta mengenal kakak tingkat, “Memang acara makrab kali ini diselenggrakan dengan tujuan mengenal jurusan dan kakak tingkat lebih mendalam”.
Acara yang diselenggarakan pada hari sabtu sampai minggu tersebut memuat acara-acara seperti Ngobrol asik bersama PHPI HIMA PKnH, Api Unggun, Pentas Seni hingga Outbond. “Acara ini memang sangat menguras tenaga, namun acara ini sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman lainnya sehingga saya mengenal lebih dalam jurusan PKnH UNY ini,” Jelas Mega, Peserta Makrab yang juga Mahasiswa Baru angkatan 2015 saat dimintai keterangan. (HWK)
Selasa, 18 Agustus 2015
TRAINING ESQ BAGI MAHASISWA BARU
20.32
No comments

(WWW.UNY.AC.ID) Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan training ESQ (Emotional Spiritual Quotient) bagi seluruh mahasiswa baru angkatan 2015 yang beragama Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha sebanyak 291 orang. Training ini merupakan salah satu rangkaian pembekalan bagi mahasiswa baru UNY dalam upaya untuk membangun karakter taqwa para mahasiswa baru serta melakukan pembinaan dalam rangka mewujudkan kerukunan umat beragama. Pembukaan training ESQ ini dilangsungkan Selasa, 18 Agustus 2015 di Ruang Sidang Utama UNY oleh Rektor UNY Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dalam sambutannya, Rektor UNY berpesan agar mahasiswa UNY harus punya moral yang baik dan merupakan generasi masa depan yang benar-benar mumpuni untuk menghadapi tantangan zaman. “Para pembina agama mohon mendampingi mereka selama kuliah,” kata Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. “Jangan lupa untuk memilih unit kegiatan mahasiswa yang sesuai dengan minat dan bakat.” Secara khusus, Rektor juga mengucapkan selamat pada para mahasiswa baru yang telah berhasil menembus ketatnya persaingan masuk UNY.
Menurut Ketua Panitia Kegiatan, Ilmawan Mustaqim, M.T., kegiatan ESQ untuk mahasiswa yang beragama Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha diikuti 131 mahasiswa beragama Protestan, 138 mahasiswa beragama Katolik, 14 mahasiswa beragama Hindu, dan 3 mahasiswa beragama Budha serta 5 orang mahasiswa lama. Untuk mahasiswa Protestan, ESQ dilaksanakan di Gedung KPLT UNY, untuk mahasiswa Katolik di LPPM, serta mahasiswa Hindu dan Budha di Student Center UNY. Training ini diharapkan dapat membangun karakter yang tangguh bagi mahasiswa baru yang tidak hanya mengedepankan intelektual saja, namun juga emosional dan spiritual, yang selaras dengan visi UNY yaitu, bertaqwa, mandiri, dan cendekia.
Elizabeth Dyah Ayu Pradita dari Prodi PGSD FIP mengatakan bahwa dirinya merasa senang dan surprise diberi ESQ karena sebelumnya menganggap bahwa ESQ hanya diperuntukkan mahasiswa muslim. Penganut agama Protestan tersebut berharap bahwa dengan training ESQ ini dapat lebih memperdalam pengetahuan tentang agamanya. (dedy)
TRAINING ESQ BAGI MAHASISWA BARU
20.32
No comments

(WWW.UNY.AC.ID) Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan training ESQ (Emotional Spiritual Quotient) bagi seluruh mahasiswa baru angkatan 2015 yang beragama Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha sebanyak 291 orang. Training ini merupakan salah satu rangkaian pembekalan bagi mahasiswa baru UNY dalam upaya untuk membangun karakter taqwa para mahasiswa baru serta melakukan pembinaan dalam rangka mewujudkan kerukunan umat beragama. Pembukaan training ESQ ini dilangsungkan Selasa, 18 Agustus 2015 di Ruang Sidang Utama UNY oleh Rektor UNY Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dalam sambutannya, Rektor UNY berpesan agar mahasiswa UNY harus punya moral yang baik dan merupakan generasi masa depan yang benar-benar mumpuni untuk menghadapi tantangan zaman. “Para pembina agama mohon mendampingi mereka selama kuliah,” kata Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. “Jangan lupa untuk memilih unit kegiatan mahasiswa yang sesuai dengan minat dan bakat.” Secara khusus, Rektor juga mengucapkan selamat pada para mahasiswa baru yang telah berhasil menembus ketatnya persaingan masuk UNY.
Menurut Ketua Panitia Kegiatan, Ilmawan Mustaqim, M.T., kegiatan ESQ untuk mahasiswa yang beragama Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha diikuti 131 mahasiswa beragama Protestan, 138 mahasiswa beragama Katolik, 14 mahasiswa beragama Hindu, dan 3 mahasiswa beragama Budha serta 5 orang mahasiswa lama. Untuk mahasiswa Protestan, ESQ dilaksanakan di Gedung KPLT UNY, untuk mahasiswa Katolik di LPPM, serta mahasiswa Hindu dan Budha di Student Center UNY. Training ini diharapkan dapat membangun karakter yang tangguh bagi mahasiswa baru yang tidak hanya mengedepankan intelektual saja, namun juga emosional dan spiritual, yang selaras dengan visi UNY yaitu, bertaqwa, mandiri, dan cendekia.
Elizabeth Dyah Ayu Pradita dari Prodi PGSD FIP mengatakan bahwa dirinya merasa senang dan surprise diberi ESQ karena sebelumnya menganggap bahwa ESQ hanya diperuntukkan mahasiswa muslim. Penganut agama Protestan tersebut berharap bahwa dengan training ESQ ini dapat lebih memperdalam pengetahuan tentang agamanya. (dedy)
TM 1 OSPEK FIS UNY 2015
20.23
No comments

Technical Meeting OSPEK FIS UNY dilaksanakan tepatNya dilaksanakan di Taman Pancasila FIS UNY. Technical Meeting 1 ini merupakan rangkaian Ospek guna kelancaran dalam pelaksanaan OSPEK FIS UNY 2015. Peserta OSPEK FIS ini merupakan gabungan dari berbagai jurusan yang ada di Lingkup Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Dari tahun ke tahun memang di dalam OSPEK FIS ini terdapat 2 kali technical meeting. Di TM yang 1 ini di bahas tentang pembagian kelompok/gugus, pembagian pemandu, penugasan untuk OSPEK, Pembuatan Yel-Yel hingga perkenalan masing masing sie panitia dalam OSPEK ini. Namun, acara yang berlangsung di taman pancasila/TM 1 itu berlangsung pukul 07.00-14.05 dan langsung di alihkan untuk Tecnical Meeting Masing Masing Jurusan. Setelah dari jurusan TM 1 ini di tutup di masing-masing jurusan
SebelumNya TM ini merupakan hal penting dalam Rangkaian OSPEK FIS UNY yang akan di gelar pada tanggal 24-28 Agustus 2015. Pengenalan panitia dan penugasan adalah hal yang fundamen setiap OSPEK di Indonesia, KhususNya di UNY.
TM 1 OSPEK FIS UNY 2015
20.23
No comments

Technical Meeting OSPEK FIS UNY dilaksanakan tepatNya dilaksanakan di Taman Pancasila FIS UNY. Technical Meeting 1 ini merupakan rangkaian Ospek guna kelancaran dalam pelaksanaan OSPEK FIS UNY 2015. Peserta OSPEK FIS ini merupakan gabungan dari berbagai jurusan yang ada di Lingkup Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Dari tahun ke tahun memang di dalam OSPEK FIS ini terdapat 2 kali technical meeting. Di TM yang 1 ini di bahas tentang pembagian kelompok/gugus, pembagian pemandu, penugasan untuk OSPEK, Pembuatan Yel-Yel hingga perkenalan masing masing sie panitia dalam OSPEK ini. Namun, acara yang berlangsung di taman pancasila/TM 1 itu berlangsung pukul 07.00-14.05 dan langsung di alihkan untuk Tecnical Meeting Masing Masing Jurusan. Setelah dari jurusan TM 1 ini di tutup di masing-masing jurusan
SebelumNya
TM ini merupakan hal penting dalam Rangkaian OSPEK FIS UNY yang akan di gelar
pada tanggal 24-28 Agustus 2015. Pengenalan panitia dan penugasan adalah hal
yang fundamen setiap OSPEK di Indonesia, KhususNya di UNY.
Jumat, 14 Agustus 2015
Jalur ESQ SBMPTN 2015
23.12
No comments

Informasi bagi mahasiswa Baru jalur SBMPTN 2015 . Mohon di simak baik baik untuk tanggal tanggal penting. Karena Informasi yang di berikan baik seputar ospek ataupun esQ/ICT merupakan hal yang penting yang harus di jalani mahasiswa baru... Semangat :)
Jalur ESQ SBMPTN 2015
23.12
No comments

Informasi bagi mahasiswa Baru jalur SBMPTN 2015 . Mohon di simak baik baik untuk tanggal tanggal penting. Karena Informasi yang di berikan baik seputar ospek ataupun esQ/ICT merupakan hal yang penting yang harus di jalani mahasiswa baru... Semangat :)
UNDANGAN ESQ BAGI MAHASISWA BARU NON ISLAM Tahun 2015
22.57
No comments

Acara ini akan di gelar di ruang sidang utama rektorat. oleh karena itu mahasiswa baru non Islam wajib hadir di dalam acara pembukaan ESQ dan Rapat ESQ. bagi Mahasiswa Non-Islam yang tanggal 18 agustus 2015 masih ada acara yang berhalangan/ bertubrukan dengan acara fakultas bisa meminta ijin kepada koordinator disertai surat dan lampiran nama-nama yang ijin
@IKMK @PMK @KMHD #BUDDHA
UNDANGAN ESQ BAGI MAHASISWA BARU NON ISLAM Tahun 2015
22.57
No comments

Acara ini akan di gelar di ruang sidang utama rektorat. oleh karena itu mahasiswa baru non Islam wajib hadir di dalam acara pembukaan ESQ dan Rapat ESQ. bagi Mahasiswa Non-Islam yang tanggal 18 agustus 2015 masih ada acara yang berhalangan/ bertubrukan dengan acara fakultas bisa meminta ijin kepada koordinator disertai surat dan lampiran nama-nama yang ijin
@IKMK @PMK @KMHD #BUDDHA
Selasa, 11 Agustus 2015
BUKAN PEMILIHAN DEKAN !!!!
21.01
No comments

Masa jabatan Dekan seluruh Fakultas di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan berakhir pada tahun 2015. Pemilihan Dekan secara serentak tentu memiliki daya tarik tersendiri karena nasib 4 tahun mendatang Fakultas akan sangat dipengaruhi oleh Dekan baru yang terpilih. Namun, euforia pemilihan Dekan membisu sebab vitalitas posisi Dekan tidak sejalan dengan proses pemilihan yang diharapkan. Beberapa masalah muncul menjelang proses pemilihan, salah satunya adalah terlambatnya pembentukan panita. Menurut statuta UNY panitia pemilihan paling lambat dibentuk 3 bulan sebelum masa jabatan Dekan berakhir yaitu pada September 2015.
Selain keterlambatan pembentukan panitia, proses Pemilihan Dekan terkesan mendadak. Informasi akan dilaksanakannya Pemilihan Dekan sama sekali tidak terpublikasikan ke khalayak umum, bahkan di website UNY sekalipun. Bagi mahasiswa pemilihan Dekan kali ini tidak pada waktu yang tepat, karena akan dilangsungkan pada tanggal 19, 20 dan 21 Agustus 2015. Hal ini dikarenakan kondisi kampus sedang tidak aktif bahkan kurang dari 40% mahasiswa yang sedang berada di Kampus. Bulan agustus adalah masa libur semester, sedangkan angkatan 2012 sedang melaksanakan KKN dan PPL. Lebih parahnya hasil survey Kementrian KARISPOL BEM REMA UNY kepada 1000 mahasiswa yang sudah berada di kampus menunjukkan bahwa 81,76 % Mahasiswa tidak mengetahui akan dilaksanakan pemilihan Dekan. Kondisi demikan tentu sangat kontradiktif dengan cita-cita demokrasi bahwa pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Permasalahan lain yang kemudian muncul adalah mekanisme pemilihan yang digunakan dalam memilih Dekan. Tertulis dalam Statuta UNY pasal 41, bahwa Dekan dipilih melalui pemungutan suara dengan ketentuan Rektor memiliki 35% hak suara dan Senat Fakultas memiliki 65% suara, masing-masing anggota senat memiliki hak suara yang sama. Kewajiban adanya 3 calon dan mekanisme pemungutan suara seperti diatas menjadikan suara Rektor adalah suara Dewa. Jika 1 calon sama sekali tidak mendapatkan dukungan dari senat, maka calon yang pilih Rektor hanya membutuhkan 13% suara Senat untuk terpilih. Walaupun ilustrasi tersebut adalah kemungkinan paling tidak mungkin. Sehingga kami pun sepakat bahwa sesungguhnya tidak ada pemilihan nyata dalam pemilihan Dekan ini.
Angka prosentase tersebut di atas muncul tanpa alasan khusus, hanya mengikuti Peraturan Menteri dalam memilih Rektor. Mahasiswa sama sekali tidak dilibatkan dalam Pemilihan ini, padahal Mahasiswa yang paling merasakan dampak dari segala kebijakan Dekan. Kita tahu bahwa dalam pengelolaan institusi pendidikan ini mahasiswa menjadi objek paling besar. Dekan memiliki wewenang untuk memutuskan pengelolaan akademik, keuangan dan kegiatan mahasiswa di Fakultas yang akan berdampak langsung kepada mahasiswa.
Sederet masalah di atas seolah mencoret nama UNY sebagai Institusi Pendidikan. Di saat Mahasiswa belajar tentang demokrasi dan kemasyarakatan, justru dinodai dengan begitu sempurna oleh Statuta UNY. Pemilihan Dekan yang sejatinya dapat dijadikan percontohan tak khayal malah melahirkan Demokrasi Semu syarat kepentingan.
Oleh karena itu kami BEM REMA UNY bersikap tegas untuk menolak Pemilihan Dekan tanpa melibatkan mahasiswa dan memberikan tuntutan sebagai berikut:
- Hapuskan mekanisme 35% suara Rektor dan 65% suara Senat dalam pemilihan Dekan Fakultas di UNY.
- Libatkan mahasiswa dengan memberikan hak suara dalam pemilihan Dekan di UNY.
- Menyelenggarakan dialog terbuka antara Calon Dekan dengan Mahasiswa.
Sekian dan terimakasih, Hidup Mahasiswa!!!
#BangkitkanSenyumIndonesia
CC : BEMREMA_UNY
BUKAN PEMILIHAN DEKAN !!!!
21.01
No comments

Masa jabatan Dekan seluruh Fakultas di
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan berakhir pada tahun 2015.
Pemilihan Dekan secara serentak tentu memiliki daya tarik tersendiri
karena nasib 4 tahun mendatang Fakultas akan sangat dipengaruhi oleh
Dekan baru yang terpilih. Namun, euforia pemilihan Dekan membisu sebab
vitalitas posisi Dekan tidak sejalan dengan proses pemilihan yang
diharapkan. Beberapa masalah muncul menjelang proses pemilihan, salah
satunya adalah terlambatnya pembentukan panita. Menurut statuta UNY
panitia pemilihan paling lambat dibentuk 3 bulan sebelum masa jabatan
Dekan berakhir yaitu pada September 2015.
Selain keterlambatan pembentukan panitia,
proses Pemilihan Dekan terkesan mendadak. Informasi akan dilaksanakannya
Pemilihan Dekan sama sekali tidak terpublikasikan ke khalayak umum,
bahkan di website UNY sekalipun. Bagi mahasiswa pemilihan Dekan kali ini
tidak pada waktu yang tepat, karena akan dilangsungkan pada tanggal 19,
20 dan 21 Agustus 2015. Hal ini dikarenakan kondisi kampus sedang tidak
aktif bahkan kurang dari 40% mahasiswa yang sedang berada di Kampus.
Bulan agustus adalah masa libur semester, sedangkan angkatan 2012 sedang
melaksanakan KKN dan PPL. Lebih parahnya hasil survey Kementrian
KARISPOL BEM REMA UNY kepada 1000 mahasiswa yang sudah berada di kampus
menunjukkan bahwa 81,76 % Mahasiswa tidak mengetahui akan dilaksanakan
pemilihan Dekan. Kondisi demikan tentu sangat kontradiktif dengan
cita-cita demokrasi bahwa pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk
rakyat.
Permasalahan lain yang kemudian muncul
adalah mekanisme pemilihan yang digunakan dalam memilih Dekan. Tertulis
dalam Statuta UNY pasal 41, bahwa Dekan dipilih melalui pemungutan suara
dengan ketentuan Rektor memiliki 35% hak suara dan Senat Fakultas
memiliki 65% suara, masing-masing anggota senat memiliki hak suara yang
sama. Kewajiban adanya 3 calon dan mekanisme pemungutan suara seperti
diatas menjadikan suara Rektor adalah suara Dewa. Jika 1 calon sama
sekali tidak mendapatkan dukungan dari senat, maka calon yang pilih
Rektor hanya membutuhkan 13% suara Senat untuk terpilih. Walaupun
ilustrasi tersebut adalah kemungkinan paling tidak mungkin. Sehingga
kami pun sepakat bahwa sesungguhnya tidak ada pemilihan nyata dalam
pemilihan Dekan ini.
Angka prosentase tersebut di atas muncul
tanpa alasan khusus, hanya mengikuti Peraturan Menteri dalam memilih
Rektor. Mahasiswa sama sekali tidak dilibatkan dalam Pemilihan ini,
padahal Mahasiswa yang paling merasakan dampak dari segala kebijakan
Dekan. Kita tahu bahwa dalam pengelolaan institusi pendidikan ini
mahasiswa menjadi objek paling besar. Dekan memiliki wewenang untuk
memutuskan pengelolaan akademik, keuangan dan kegiatan mahasiswa di
Fakultas yang akan berdampak langsung kepada mahasiswa.
Sederet masalah di atas seolah mencoret nama
UNY sebagai Institusi Pendidikan. Di saat Mahasiswa belajar tentang
demokrasi dan kemasyarakatan, justru dinodai dengan begitu sempurna oleh
Statuta UNY. Pemilihan Dekan yang sejatinya dapat dijadikan percontohan
tak khayal malah melahirkan Demokrasi Semu syarat kepentingan.
Oleh karena itu kami BEM REMA UNY bersikap
tegas untuk menolak Pemilihan Dekan tanpa melibatkan mahasiswa dan
memberikan tuntutan sebagai berikut:
- Hapuskan mekanisme 35% suara Rektor dan 65% suara Senat dalam pemilihan Dekan Fakultas di UNY.
- Libatkan mahasiswa dengan memberikan hak suara dalam pemilihan Dekan di UNY.
- Menyelenggarakan dialog terbuka antara Calon Dekan dengan Mahasiswa.
Sekian dan terimakasih, Hidup Mahasiswa!!!
#BangkitkanSenyumIndonesia
CC : BEMREMA_UNY
Minggu, 09 Agustus 2015
PENGUMUMAN PEMBEKALAN PPL TAHUN 2015
04.00
No comments
Sehubungan dengan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta 2015 yang akan berlangsung tanggal 10 Agustus – 12 September 2015, maka setiap mahasiswa yang akan menempuh PPL diwajibkan mengikuti pembekalan PPL yang diselenggarakan oleh masing-masing fakultas (jadwal pembekalan PPL segera menghubungi koordinator PPL masing-masing fakultas).
Sesuai dengan Kalender Akademik P2 PPL dan PKL, pelaksanaan pembekalan PPL akan dilaksanakan padatanggal 3 Agustus – 6 Agustus 2015.
Pembekalan PPL merupakan salah satu rangkaian kegiatan PPL yang wajib diikuti oleh mahasiswa yang menempuh PPL. Apabila mahasiswa tidak mengikuti kegiatan Pembekalan PPL maka keikutsertaan sebagai peserta PPL dinyatakan gugur/mengundurkan diri.
Demikian pengumuman dan informasi ini dibuat, atas perhatian dan kerjasamanya di ucapkan terima kasih.
PENGUMUMAN PEMBEKALAN PPL TAHUN 2015
04.00
No comments
Sehubungan dengan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta 2015 yang akan berlangsung tanggal 10 Agustus – 12 September 2015, maka setiap mahasiswa yang akan menempuh PPL diwajibkan mengikuti pembekalan PPL yang diselenggarakan oleh masing-masing fakultas (jadwal pembekalan PPL segera menghubungi koordinator PPL masing-masing fakultas).
Sesuai dengan Kalender Akademik P2 PPL dan PKL, pelaksanaan pembekalan PPL akan dilaksanakan padatanggal 3 Agustus – 6 Agustus 2015.
Pembekalan PPL merupakan salah satu rangkaian kegiatan PPL yang wajib diikuti oleh mahasiswa yang menempuh PPL. Apabila mahasiswa tidak mengikuti kegiatan Pembekalan PPL maka keikutsertaan sebagai peserta PPL dinyatakan gugur/mengundurkan diri.
Demikian pengumuman dan informasi ini dibuat, atas perhatian dan kerjasamanya di ucapkan terima kasih.
NASIWAN RAIH DOKTOR ILMU POLITIK DI UGM
03.54
No comments
![]() |
| Salah satu DOSEN PKnH Meraih Gelar DOKTOR di UGM |
Nasiwan merupakan dosen Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (PKnH) FIS UNY yang telah berhasil menyelesaikan studi S3 dari Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) Yogyakarta. Nasiwan dikukuhkan sebagai doktor ke-2234 Universitas Gadjah Mada dalam ujian terbuka promosi doktor di Fisipol UGM, Jumat (10/7/2015).
Dalam disertasinya yang berjudul “Dilema Transformasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)”, bertindak selaku promotor, Prof. Dr. Ichlasul Amal, M.A., Ko-Promotor Prof. Dr. Purwo Santoso, M.A., ketua penguji Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si. (Dekan Fisipol UGM) dan penguji Dr. Eric Hiariej, S.IP., M.Phil.
Penelitian yang dilakukan oleh Nasiwan berfokus pada dilema transformasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS adalah partai yang mengusung Islam sebagai ideologi politiknya. PKS menginterpretasikan Islam secara kaffah, yakni Islam sebagai sistem nilai komprehensif untuk semua aspek baik itu sosial, politik, dan ekonomi yang secara bersamaan memberikan perekat kuat ideologi sehingga membuat partai ini solid dan koheren.
PKS adalah partai Islamis. Argumen tersebut didasarkan pada dua faktor, yakni basis masa dan asas. Basis masa PKS, Jamaah Tarbiyah, adalah kalangan dengan karakteristik militan, muda, terdidik, penduduk kota, tapi memiliki pandangan Islam yang konservatif. Kecenderungannya, Jamaah Tarbiyah adalah kalangan Islam hasil kaderisasi lembaga dakwah kampus. Di samping itu, secara eksplisit PKS mengadopsi Islam sebagai platform partai. Islam diposisikan bukan semata-mata konstruksi teologis, tapi juga menyediakan perangkat sosial politik yang tak memisahkan agama dan negara. Maka, tidak aneh jika PKS sering mengusung agenda Islamis dalam pelbagai aksi politiknya.
Eksklusivitas PKS sebagai partai Islamis bisa dipertanyakan. Pada 2008, muncul wacana dari internal PKS bahwa partai dakwah ini akan menjadi partai terbuka sehingga bisa menerima anggota dari kalangan non-muslim. Wacana tersebut memicu pro kontra antar faksi di internal PKS. Banyak pertanyaan muncul apakah PKS telah merubah orientasi dari partai Islamis dengan ideologi dan basis masa eksklusif menjadi partai terbuka yang inklusif. Penulis akan memahami fenomena ini sebagai transformasi PKS dari partai Islamis menuju catch all party.
Menurut Nasiwan, topik ini penting untuk dikaji dan diteliti karena perubahan orientasi partai Islamis seperti PKS menuju partai terbuka adalah suatu hal yang jarang dijumpai. Maka, diperlukan sebuah upaya akademik untuk memahami fenomena ini.
Transformasi PKS dari Partai Islamis menuju partai terbuka dilatarbelakangi keinginan kuat untuk memperoleh suara yang banyak dalam pemilu. Keinginan tersebut mendorong PKS untuk bergerak ke tengah dan berusaha meraih suara dari segmen pemilih dari aliran politik lain, di luar basis masa tradisional PKS. Oleh karena itu, PKS berusaha untuk melakukan moderasi kebijakan dan perilaku. PKS juga melakukan persuasi terkait hal itu.
Namun, transformasi PKS menuju partai terbuka tidak akan berjalan mudah. Ganjalan keras akan datang dari kalangan yang memegang teguh ideologi PKS. Basis masa PKS dari kalangan Islam konservatif dan ideologi partai setidaknya akan menjadi batu sandungan bagi usaha tersebut. Mengingat Islam sebagai ideologi PKS adalah agama yang juga menjadi pegangan hidup dan basis relasi transedental yang tidak bisa dikompromikan begitu saja. (Danu)
SUMBER : UNY.AC.ID
SUMBER : UNY.AC.ID
NASIWAN RAIH DOKTOR ILMU POLITIK DI UGM
03.54
1 comment
![]() |
| Salah satu DOSEN PKnH Meraih Gelar DOKTOR di UGM |
Nasiwan merupakan dosen Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (PKnH) FIS UNY yang telah berhasil menyelesaikan studi S3 dari Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) Yogyakarta. Nasiwan dikukuhkan sebagai doktor ke-2234 Universitas Gadjah Mada dalam ujian terbuka promosi doktor di Fisipol UGM, Jumat (10/7/2015).
Dalam disertasinya yang berjudul “Dilema Transformasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)”, bertindak selaku promotor, Prof. Dr. Ichlasul Amal, M.A., Ko-Promotor Prof. Dr. Purwo Santoso, M.A., ketua penguji Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si. (Dekan Fisipol UGM) dan penguji Dr. Eric Hiariej, S.IP., M.Phil.
Penelitian yang dilakukan oleh Nasiwan berfokus pada dilema transformasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS adalah partai yang mengusung Islam sebagai ideologi politiknya. PKS menginterpretasikan Islam secara kaffah, yakni Islam sebagai sistem nilai komprehensif untuk semua aspek baik itu sosial, politik, dan ekonomi yang secara bersamaan memberikan perekat kuat ideologi sehingga membuat partai ini solid dan koheren.
PKS adalah partai Islamis. Argumen tersebut didasarkan pada dua faktor, yakni basis masa dan asas. Basis masa PKS, Jamaah Tarbiyah, adalah kalangan dengan karakteristik militan, muda, terdidik, penduduk kota, tapi memiliki pandangan Islam yang konservatif. Kecenderungannya, Jamaah Tarbiyah adalah kalangan Islam hasil kaderisasi lembaga dakwah kampus. Di samping itu, secara eksplisit PKS mengadopsi Islam sebagai platform partai. Islam diposisikan bukan semata-mata konstruksi teologis, tapi juga menyediakan perangkat sosial politik yang tak memisahkan agama dan negara. Maka, tidak aneh jika PKS sering mengusung agenda Islamis dalam pelbagai aksi politiknya.
Eksklusivitas PKS sebagai partai Islamis bisa dipertanyakan. Pada 2008, muncul wacana dari internal PKS bahwa partai dakwah ini akan menjadi partai terbuka sehingga bisa menerima anggota dari kalangan non-muslim. Wacana tersebut memicu pro kontra antar faksi di internal PKS. Banyak pertanyaan muncul apakah PKS telah merubah orientasi dari partai Islamis dengan ideologi dan basis masa eksklusif menjadi partai terbuka yang inklusif. Penulis akan memahami fenomena ini sebagai transformasi PKS dari partai Islamis menuju catch all party.
Menurut Nasiwan, topik ini penting untuk dikaji dan diteliti karena perubahan orientasi partai Islamis seperti PKS menuju partai terbuka adalah suatu hal yang jarang dijumpai. Maka, diperlukan sebuah upaya akademik untuk memahami fenomena ini.
Transformasi PKS dari Partai Islamis menuju partai terbuka dilatarbelakangi keinginan kuat untuk memperoleh suara yang banyak dalam pemilu. Keinginan tersebut mendorong PKS untuk bergerak ke tengah dan berusaha meraih suara dari segmen pemilih dari aliran politik lain, di luar basis masa tradisional PKS. Oleh karena itu, PKS berusaha untuk melakukan moderasi kebijakan dan perilaku. PKS juga melakukan persuasi terkait hal itu.
Namun, transformasi PKS menuju partai terbuka tidak akan berjalan mudah. Ganjalan keras akan datang dari kalangan yang memegang teguh ideologi PKS. Basis masa PKS dari kalangan Islam konservatif dan ideologi partai setidaknya akan menjadi batu sandungan bagi usaha tersebut. Mengingat Islam sebagai ideologi PKS adalah agama yang juga menjadi pegangan hidup dan basis relasi transedental yang tidak bisa dikompromikan begitu saja. (Danu)
SUMBER : UNY.AC.ID
SUMBER : UNY.AC.ID
BAN PT VISITASI DUA PROGRAM STUDI FIS
03.52
No comments
![]() |
| Lambang ORMAWA PKnH FIS UNY |
Tidak banyak masyarakat yang menyadari arti pentingnya akreditasi. Padahal masyarakat jelas mempunyai kepentingan terhadap hal tersebut. Calon mahasiswa dan orang tua mahasiswa sebaiknya memperhatikan status akreditasi agar tidak salah langkah dalam memilih program studi di perguruan tinggi.
Dengan akreditasi berarti adanya jaminan dari pemerintah bahwa penyelenggaraan program studi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi). Standar tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Program studi yang terakreditasi akan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat.
Pada akhir Januari dan awal Februari 2015, dilaksanakanlah visitasi terhadap dua program studi: Pendidikan Geografi dan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum di lingkungan FIS UNY oleh BAN PT. Asesor yang mendapat tugas untuk Program Studi Geografi adalah Dr. Epon Ningrum (dari Universitas Pendidikan Indonesia) dan Dr. Eva Banowati (dari Universitas Negeri Semarang), untuk Program Studi PKnH asesornya Prof. Dr. Sapriya (Universitas Pendidikan Indonesia) dan salah satu dosen Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Kegiatan berlangsung di Ruang Ki Hajar Dewantara dan Ruang Kanopi – FIS UNY, mulai pukul 08.45 WIB. Visitasi tersebut dihadiri oleh Tim Akreditasi Prodi, Pimpinan Fakultas Ilmu Sosial, Civitas FIS, dan unit-unit pendukung UNY.
Acara Visitasi Akreditasi berlangsung selama 2 hari, beberapa standar penilaian yang diperiksa oleh tim asesor, yaitu: (1) Standar Penilaian Visi dan Misi, (2) Standar Tata pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu, (3) Standar Mahasiswa dan Lulusan, (4) Standar Sumber Daya Manusia, (5) Standar Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik, (6) Standar Pembiayaan, Sarana dan Prasarana serta Sistem Informasi, dan (7) Standar Penelitian, Pelayanan, dan Pengabdian Masyarakat dan Kerja Sama.
Alhamdulillah, proses visitasi berjalan lancar dan sesuai dengan rundown yang ditetapkan asesor sebelumnya. Terjadi diskusi hangat antara asesor dengan progam studi dan atau unit pendukung di beberapa materi. Bahkan saran-saran dan masukan yang bermanfaat bagi program studi diberikan asesor untuk perbaikan ke depan sehingga mutu yang diberikan dapat lebih baik lagi.
Setelah diskusi berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium, ruang kuliah, dan perpustakaan prodi. Para asesor melihat produk-produk yang ditampilkan. Mereka juga melihat seksama tiap produk yang ditampilkan. Tanya jawab berlangsung di ketiga tempat tersebut antara para asesor dengan mahasiswa yang berada di dalamnya.
Diskusi terakhir adalah dengan para dosen program studi. Semua dosen homebase prodi dilibatkan dalam diskusi tertutup tersebut. Sementara Ketua Program Studi diminta keluar ruang, untuk menjamin apa yang disampaikan para dosen bersifat transparan. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, berakhir pula kegiatan Visitasi Program Studi Pendidikan Geografi dan PKnH.
Dengan pelaksanaan visitasi akreditasi program studi ini diharapkan memperoleh status yang lebih dari visitasi sebelumnya serta seiring sejalan dengan hasil visitasi akreditasi tingkat universitas di mana akreditasi universitas dicanangkan mendapatkan nilai A pada 2016 oleh BAN PT. Selanjutnya Berita Acara Visitasi dirapatkan dan dibawa ke BAN PT untuk penetapan nilai akreditasi yang tepat dan layak untuk dua program studi tersebut periode 2015—2020. (Danu)
BAN PT VISITASI DUA PROGRAM STUDI FIS
03.52
No comments
![]() |
| Lambang ORMAWA PKnH FIS UNY |
Tidak banyak masyarakat yang menyadari arti pentingnya akreditasi. Padahal masyarakat jelas mempunyai kepentingan terhadap hal tersebut. Calon mahasiswa dan orang tua mahasiswa sebaiknya memperhatikan status akreditasi agar tidak salah langkah dalam memilih program studi di perguruan tinggi.
Dengan akreditasi berarti adanya jaminan dari pemerintah bahwa penyelenggaraan program studi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi). Standar tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Program studi yang terakreditasi akan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat.
Pada akhir Januari dan awal Februari 2015, dilaksanakanlah visitasi terhadap dua program studi: Pendidikan Geografi dan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum di lingkungan FIS UNY oleh BAN PT. Asesor yang mendapat tugas untuk Program Studi Geografi adalah Dr. Epon Ningrum (dari Universitas Pendidikan Indonesia) dan Dr. Eva Banowati (dari Universitas Negeri Semarang), untuk Program Studi PKnH asesornya Prof. Dr. Sapriya (Universitas Pendidikan Indonesia) dan salah satu dosen Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Kegiatan berlangsung di Ruang Ki Hajar Dewantara dan Ruang Kanopi – FIS UNY, mulai pukul 08.45 WIB. Visitasi tersebut dihadiri oleh Tim Akreditasi Prodi, Pimpinan Fakultas Ilmu Sosial, Civitas FIS, dan unit-unit pendukung UNY.
Acara Visitasi Akreditasi berlangsung selama 2 hari, beberapa standar penilaian yang diperiksa oleh tim asesor, yaitu: (1) Standar Penilaian Visi dan Misi, (2) Standar Tata pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu, (3) Standar Mahasiswa dan Lulusan, (4) Standar Sumber Daya Manusia, (5) Standar Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik, (6) Standar Pembiayaan, Sarana dan Prasarana serta Sistem Informasi, dan (7) Standar Penelitian, Pelayanan, dan Pengabdian Masyarakat dan Kerja Sama.
Alhamdulillah, proses visitasi berjalan lancar dan sesuai dengan rundown yang ditetapkan asesor sebelumnya. Terjadi diskusi hangat antara asesor dengan progam studi dan atau unit pendukung di beberapa materi. Bahkan saran-saran dan masukan yang bermanfaat bagi program studi diberikan asesor untuk perbaikan ke depan sehingga mutu yang diberikan dapat lebih baik lagi.
Setelah diskusi berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium, ruang kuliah, dan perpustakaan prodi. Para asesor melihat produk-produk yang ditampilkan. Mereka juga melihat seksama tiap produk yang ditampilkan. Tanya jawab berlangsung di ketiga tempat tersebut antara para asesor dengan mahasiswa yang berada di dalamnya.
Diskusi terakhir adalah dengan para dosen program studi. Semua dosen homebase prodi dilibatkan dalam diskusi tertutup tersebut. Sementara Ketua Program Studi diminta keluar ruang, untuk menjamin apa yang disampaikan para dosen bersifat transparan. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, berakhir pula kegiatan Visitasi Program Studi Pendidikan Geografi dan PKnH.
Dengan pelaksanaan visitasi akreditasi program studi ini diharapkan memperoleh status yang lebih dari visitasi sebelumnya serta seiring sejalan dengan hasil visitasi akreditasi tingkat universitas di mana akreditasi universitas dicanangkan mendapatkan nilai A pada 2016 oleh BAN PT. Selanjutnya Berita Acara Visitasi dirapatkan dan dibawa ke BAN PT untuk penetapan nilai akreditasi yang tepat dan layak untuk dua program studi tersebut periode 2015—2020. (Danu)
Langganan:
Postingan (Atom)













